Suaranusantara.com – Warganet di Semarang, Jawa Tengah, telah mengeluhkan tentang kondisi cuaca yang sangat panas belakangan ini.
Keluhan ini muncul sejak Kamis (5/10/2023) melalui media sosial, di mana mereka merasa terganggu oleh suhu udara yang tinggi.
Beberapa dari mereka bahkan membandingkan cuaca panas di Semarang dengan kota-kota lain seperti Yogyakarta dan Blora.
Salah satu akun dengan nama @undipmenfess mengatakan, “Panas banget woii di Semarang,”.
Baca Juga :Â Ketahui Apakah Dia Tertarik Padamu, Tanda-tanda Psikologis Menurut Psikolog Harvard
sementara akun @hehsiapa menambahkan, “Gilasi beberapa bulan ini semarang mataharinya lagi ada 5 ???? puanasss polll dan mandi keringet muluuu bcs anginnya jd keikut panas jugaaa, and everydaayyyy beli es tehh terussss,”.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jateng, Sukasno, memberikan tanggapan terhadap keluhan warganet tentang cuaca panas di Semarang.
Ia mengkonfirmasi bahwa memang belakangan ini cuaca di Ibu Kota Provinsi Jateng tersebut terasa sangat panas. Menurut Sukasno, penyebab utama cuaca panas ini adalah minimnya awan yang dapat melindungi permukaan Bumi. Hal ini membuat sinar Matahari langsung mencapai Bumi tanpa hambatan.
“Memang diakui sampai dengan hari ini Semarang terasa panas,” ujar Sukasno.
Baca Juga :Â Natasha Beresford, Pemenang Kontes Kecantikan Tanpa Makeup Pertama di Inggris
“Sehingga seakan panas Matahari langsung diterima Bumi,” lanjutnya.
Sukasno juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca panas di Semarang tidak terlepas dari musim kemarau tahun 2023 yang lebih kering dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa ada dua faktor global dan regional yang sedang mempengaruhi kondisi atmosfer di wilayah perairan Indonesia. Faktor pertama adalah El Nino positif yang terjadi di Samudera Pasifik, dan yang kedua adalah Indian Ocean Dipole (IOD) positif di Samudera Hindia bagian Barat.
Kehadiran IOD ini mengakibatkan berkurangnya curah hujan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jateng.(Dn)













Discussion about this post