Suaranusantara.com – Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap 12 senjata api yang ditemukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penggeledahan di rumah dinas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.
Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, mengkonfirmasi bahwa 12 senjata api tersebut telah diamankan di Baintelkam Polri.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa senjata-senjata tersebut akan diselidiki secara rinci dan data mereka akan dicocokkan dengan informasi yang tercatat di Baintelkam Polri. Saat ini, kasus tersebut sedang dalam tahap penyelidikan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.
Baca Juga :Â LSAK Desak Kejagung Periksa Dugaan Keterlibatan Komisi 1 Terkait Kasus Korupsi BTS Kominfo
Ahmad Ramadhan juga menjelaskan bahwa pihak berwenang masih menyelidiki legalitas senjata api tersebut. Semua senjata yang ditemukan adalah senjata api laras pendek.
“Nanti dilihat ya dari data Baintelkam Polri, ini senjata milik siapa, kemudian senjata ini peruntukannya apakah untuk membela diri atau koleksi, apakah untuk berburu, nanti ada di datanya Baintelkam Polri,” kata Ahmad.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud Md, memberikan komentar terkait temuan senjata api di rumah dinas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Mahfud Md menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah hal yang umum, terutama bagi seorang menteri, memiliki senjata api di rumah dinasnya.
Baca Juga :Â Pemerintah Kota Tangerang Buka Usulan Sambungan Rumah untuk Pasokan Air Bersih
“Di rumah saya tidak ada senjata. Rumah saya juga merupakan rumah dinas. Saya sudah tinggal di rumah dinas sebanyak lima kali, namun tidak pernah memiliki senjata api,” ungkap Mahfud di Kompleks Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada hari Minggu (1/10/2023).(red)













Discussion about this post