SuaraNusantara.com – Resmi Maroko membuka laboratorium ganja pertamanya
Laboratorium itu di fungsikan untuk meneliti ganja medis dan Industri lainnya seperti makanan.
Laboratoriun yang terletak di Chefchaouen akan digunakan sebagai tempat penelitian penggunaan ganja.
“Akan ada percobaan, para petani di Chefchaouen diminta untuk menyediakan bahan baku yang dimaksud untuk tujuan ini” tulis koperasi Bio Cannat Selasa, 6 Maret 2023.
Pada bulan November 2022 lalu pemerintah Rabat mengeluarkan Undang-undang pelegalan zat ganja untuk sektor medis industri obat-obatan.
Hal tersebut diharapkan dapat menambah penghasilan para petani dan mengurangi peredaran Narkoba.
Ganja sendiri adalah sejenis tanaman yang dikenal dengan nama latin Cannabis sativa atau Cannabis indica.
Tanaman ini mengandung senyawa kimia yang disebut dengan cannabidiol (CBD) dan tetrahydrocannabinol (THC) yang bisa mempengaruhi fungsi otak dan sistem saraf.
Penggunaan ganja bisa bermacam-macam. Beberapa orang menggunakannya untuk tujuan medis, seperti meredakan rasa sakit, mengurangi gejala kecemasan dan depresi, dan mengatasi mual dan muntah akibat kemoterapi.
Namun, penggunaan ganja juga bisa bersifat rekreasi atau untuk menghasilkan efek psikoaktif pada penggunanya.
Meskipun beberapa negara telah melegalkan penggunaan ganja untuk tujuan medis dan/atau rekreasi, penggunaan ganja masih kontroversial dan dianggap ilegal di banyak negara lainnya.
Selain itu, penggunaan ganja juga memiliki risiko kesehatan yang dapat berdampak pada sistem kardiovaskular, paru-paru, dan kognitif penggunanya.
Oleh karena itu, sebelum menggunakan ganja, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter dan mempertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. (Alief)













Discussion about this post