Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Uncategorized

Investasi Bitcoin, Amankah?

Suara Nusantara by Suara Nusantara
28 March 2018
in Uncategorized
Reading Time: 3 mins read
A A
1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Penulis: Eka Maryono

Bitcoin! Dari sekitar 1.300 jenis mata uang digital yang beredar di dunia, inilah bintangnya. Bitcoin mengguncang dunia karena nilainya yang meningkat sampai ribuan persen. Tak heran bila masyarakat kelas atas beramai-ramai membeli Bitcoin untuk memperoleh keuntungan.

BACAJUGA

Gagal Paham Promosi Wisata Lebak

Keseruan Berlibur di Curug Sata Gunungkencana

Bitcoin adalah mata uang seperti halnya Dollar, Poundsterling dan lain-lain. Namun, Bitcoin bersifat digital serta mempunyai enkripsi data yang sangat kuat. Selain itu, Bitcoin merupakan mata uang pertama yang tidak bisa dikontrol nilainya oleh institusi, perusahaan, pemerintah, bahkan pencipta mata uang tersebut sekalipun.

Banyak pihak yakin dengan masa depan Bitcoin. Bitcoin dinilai bisa menggantikan uang tunai secara keseluruhan. Apalagi kita bisa mengirim Bitcoin kemana saja di dunia ini dalam hitungan detik. Kemudian biaya transfer yang dikenakan hanya sekitar Rp. 500 – 3,000 per transaksi, tidak peduli berapapun jumlah uang yang dikirimkan.

Pada saat Bitcoin diciptakan, Satoshi Nakamoto selaku penciptanya menegaskan bahwa hanya akan ada 21 juta keping Bitcoin di seluruh dunia. Dengan suplai terbatas, harga Bitcoin akan cenderung naik sehingga terkesan sangat cocok untuk dijadikan investasi jangka menengah dan panjang.

Tapi benarkah Bitcoin bisa dijadikan salah satu investasi untuk memperoleh keuntungan?

Sejak diciptakan pada tahun 2009, harga sekeping Bitcoin memang melejit. Pada saat pertama dirilis dan diperdagangkan, nilainya hanya US$ 0,1 / 1 Bitcoin (sekitar Rp. 1.300). Dari tahun 2009 sampai 2013, nilai tukar Bitcoin mengalami kenaikan 12.000 kali, yaitu sampai pada harga US$ 1,200 / 1 Bitcoin (sekitar Rp. 15.8 juta). Kemudian pada tahun 2017, harga Bitcoin sampai pada level US$ 6,194 / 1 Bitcoin (Rp. 81,7 juta).

Jika dilihat total kenaikan dari tahun 2009 sampai tahun 2017 (kurun waktu 8 tahun), harga Bitcoin sudah naik ribuan kali dari harga semula. Sementara di paruh pertama 2018 sekarang, harga per keping Bitcoin turun naik, tapi tetap terlihat fantastis.

Bitcoin pernah mencapai nilai US$ 9.000 (Rp 120 juta) per keping pada awal Maret 2018, kemudian melejit lagi ke angka US$ 11.660, lalu sempat merosot ke titik US$ 7.335, kemudian naik lagi menjadi US$ 8.495.

Penuh Resiko

Dalam diskusi panel di acara peluncuran buku laporan perekonomian 2017 yang digelar pada Rabu (28/3/2018), Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, investasi mata uang digital atau cryptocurrency sangat berisiko. Oleh karena itu, BI menyarankan masyarakat untuk menghindari jenis investasi tersebut. Apalagi menurutnya, mata uang digital bisa disalahgunakan sebagai sarana pencucian uang dan terorisme.

Dia menegaskan, saat ini hanya ada satu alat transaksi yang sah di Indonesia yaitu Rupiah. Pelarangan mata uang digital sebagai alat untuk transaksi pembayaran, karena dinilai mempunyai underlying yang tidak jelas dan dari sisi perlindungan konsumer masih sangat rendah.

Banyak pihak memang optimis dengan masa depan Bitcoin, namun pada saat bersamaan banyak pula yang meragukannya. Bitcoin dinilai tak lebih dari skema piramida berdasarkan kesediaan untuk menganggap suatu benda bernilai tinggi, padahal nilai aslinya kecil atau bahkan tidak ada nilainya. Sekilas pandangan ini mengingatkan kita pada perisiwa yang dikenal sebagai Tulip Mania.

Tulip Mania terjadi di Eropa pada tahun 1630-an dan mencapai puncaknya pada Februari 1637, dimana setangkai bunga tulip tunggal asal Belanda dihargai dengan sangat tinggi di pasaran Eropa. Tingginya harga tulip saat itu membuat petani bunga ramai-ramai menanam tulip yang segera ludes diborong oleh para tengkulak dan eksportir. Sayangnya, demam tulip tiba-tiba berakhir, dan semua yang terlibat dalam bisnis bunga ini mendadak hancur akibat stok mereka yang berlimpah tiba-tiba runtuh nilainya.

Di Indonesia pun beberapa tahun lalu pernah terjadi peristiwa semacam ini, meski tidak berakibat terlalu dramatis, dimana harga tanaman anthurium yang sejatinya hanyalah tanaman liar, tiba-tiba dihargai dengan sangat tinggi, seiring kabar yang menyebut bahwa tanaman ini akan membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Ribuan bahkan mungkin jutaan pecinta bunga di tanah air tiba-tiba terjangkit demam membeli tanaman ini. Ketika harga anthurium mendadak jatuh, banyak petani dan pengusaha bunga yang merugi karena terlanjur menginvestasikan modalnya hanya untuk anthurium.

Barangkali demikian pula yang terjadi pada Bitcoin. Harganya melejit bukan karena nilainya memang tinggi, tetapi semata-mata karena sedang trend, seiring dengan banyaknya bujukan berupa iklan di dunia maya bahwa Bitcoin merupakan salah satu bentuk investasi yang sangat menguntungkan. Ketika nanti trend berakhir, keruntuhan nilai Bitcoin pasti diikuti dengan keruntuhan para investornya.

Berinvestasi pada Bitcoin memang sangat beresiko. Tidak ada lembaga atau pemerintah yang akan mengganti nilai kerugian anda, karena peredaran mata uang ini memang tidak diatur oleh lembaga atau pemerintah tertentu. Modal yang anda tanamkan tidak akan pernah dijamin karena mata uang virtual tidak dikeluarkan oleh bank sentral. Tidak seperti investasi tetap, di mana setiap jumlah yang disimpan biasanya dijamin oleh negara. Tidak heran bila investor di Bitcoin dapat kehilangan uang setiap saat.

Khusus di Indonesia, transaksi Bitcoin belum ada aturan jelasnya. Hal tersebut merupakan resiko tambahan dalam investasi Bitcoin karena berarti siapa yang transfer dan siapa yang menerima uang akan sulit dilacak.Tak heran bila Gubernur BI menyebut Bitcoin rentan digunakan untuk mendanai aktivitas teroris. Meski anda mungkin tidak peduli dengan masalah terorisme, tapi setidaknya peringatan pemerintah dapat dijadikan lampu kuning bagi anda sebelum berinvestasi. Bila pemerintah mendadak melarang Bitcoin sebagai instrumen investasi, bagaimana nasib uang anda?

Investor juga tidak bisa secara akurat memperkirakan harga Bitcoin karena uang berada di internet. Kita dapat meraih keuntungan atau kehilangan uang sampai setengah dari modal yang diinvestasikan hanya dalam hitungan jam. Bila anda tidak benar-benar memahami seluk beluk investasi Bitcoin, sebaiknya jangan pernah bermimpi untuk meraup keuntungan dari mata uang ini.

Waspada pula dengan penipuan. Mengingat banyak kesalahan informasi dan ketidakjelasan terkait perdagangan Bicoin, para penipu memiliki peluang untuk melakukan aksinya melalui skema Ponzi dengan menjanjikan keuntungan tinggi yang tidak masuk akal. Mirip penipuan investasi emas secara online, dimana anda dibujuk untuk membeli emas, padahal emas fisiknya sendiri tidak ada, lalu anda akan diarahkan untuk merekrut investor lain dengan iming-iming sejumlah keuntungan tambahan.

Kondisi virtual Bitcoin juga dapat diterjemahkan sebagai ancaman bagi investor. Investasi yang diwujudkan melalui nomor virtual menjadi mangsa mudah bagi penjahat dunia maya atau cybercrime. Cara penyimpanan Bitcoin memang membuka celah bagi terjadinya tindak kejahatan jenis ini. Pasalnya agar bisa menampung Bitcoin, maka diperlukan dompet Bitcoin (wallet Bitcoin), Dan untuk membelanjakan Bitcoin diperlukan kode khusus yang bernama “private key” yang bisa disimpan secara lokal maupun dicetak kertas. Masalahnya, kode private key ini bisa dicuri hacker ataupun hilang tanpa diketahui sebabnya.

Jika kode private key yang dicuri terhubung dalam akun wallet Bitcoin, maka Bitcoin anda bisa jadi akan dikirim ke wallet penampung milik pelaku, atau bisa saja dibelanjakan oleh pelaku.

Selain itu, bila anda tidak semata-mata ingin berinvestasi, tetapi ingin pula memanfaatkan Bitcoin sebagai alat pembayaran, sebaiknya anda berpikir ulang terlebih dahulu. Memang ada beberapa situs komersial yang menerima Bitcoin sebagai pembayaran untuk game virtual, seperti poker online dan slot mesin. Namun mata uang ini nyaris belum bisa digunakan dalam hal nyata, seperti membeli mobil atau pakaian. Ini karena dealer dan pemilik toko jarang ada yang percaya bila Bitcoin bisa dipakai sebagai alat pembayaran. Entah di masa depan, tapi di zaman now, rasanya masih sulit memakai Bitcoin untuk membeli suatu produk.

Menimbang segala faktor resiko tadi, menurut anda sendiri, amankah berinvestasi di Bitcoin?

*) Penulis mantan wartawan desk ekonomi, sosial dan budaya di Surat Kabar Mingguan (SKM) Inti Jaya dan Harian Suaka Metro.

Tags: Kolom

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat
Uncategorized

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

by Defa
15 February 2024

SuaraNusantara.com - Sembilan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)...

ilustrasi Stress dalam pekerjaan (Dok. Istock)
Kesehatan

Atasi Stres Kerja dengan Mudah: Strategi Ampuh yang Bisa Dicoba Hari Ini

by Feri Spt
12 February 2024

Suaranusantara.com  - Stres di tempat kerja dapat menjadi masalah...

Ganjar Pranowo kampanye di Kaltim (Dok PDIP)

Kampanye di Kaltim, Ganjar Singgung Krisis Pelanggaran Jelang Pemilu 2024

7 February 2024
Tom Lembong saat live TikTok bersama Cawapres 01 Anies Baswedan, Sabtu 6 Januari 2024.(instagram)

Anies Baswedan dan Tom Lembong Live TikTok, Ungkap Rahasia Awet Muda

7 January 2024
tugu-yogyakarta(freepek)

4 Wisata Tersembunyi di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi

22 December 2023
Dolar

Kurs Rupiah di Bank BCA hingga CIMB Niaga, Yuk Simak Ulasannya Hari ini

4 December 2023

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Usai Unggul Suara Di Quick Count, Gibran Ingin Segera Sowan ke Paslon 1 dan 3

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap menjadi jendela menuju dunia lain. Dari kisah-kisah yang...

Tips Sukses(freepek)

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

6 March 2024
Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In