Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Berlagak Koboi, Wabup Tolitoli Dipanggil Dirjen OTDA

Suara Nusantara by Suara Nusantara
2 February 2018
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Dirjen OTDA (Foto: Istimewa)

Dirjen OTDA (Foto: Istimewa)

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Dirjen OTDA Kemendagri, Sumarsono (Foto: Istimewa)

Jakarta-SuaraNusantara

Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono memanggil Bupati Tolitoli, Saleh Bantilan ke Jakarta. Saleh dipanggil ke Kementerian Dalam Negeri untuk diklarifikasi terkait peristiwa ‘aksi koboi’ Wakil Bupati Tolitoli, Abdul Rahman Hi Budding di acara pelantikan pejabat di lingkungan Kabupaten Tolitoli.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, memang telah memerintah Dirjen Otda, Sumarsono untuk mengecek peristiwa memalukan yang terjadi di Tolitoli. Menurut Sumarsono, dalam UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 67 menyebutkan kepala daerah dan wakil dalam penyelenggaraan harus mentaati etika dan norma. Etika menyangkut nilai-nilai yang berlaku dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

BACAJUGA

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

Berkah dan Petualangan, Destinasi Liburan di Bulan Ramadan yang Wajib di Kunjungi

“Maka, ketika tidak etis, melanggar norma, pasti ada sanksinya,” kata Sumarsono.

Karena itulah, kata dia, ia memanggil Bupati Tolitoli untuk proses klarifikasi. Tidak hanya Bupati yang akan dipanggil, Selasa pekan depan, pihaknya akan memanggil Wakil Bupati Tolitoli. Kemendagri juga telah mengklarifikasi Gubernur Sulawesi Tengah.

“Kali ini  Kemendagri tidak main-mai  Bupati, Wakil Bupati, di manapun yang kira-kira melanggar aturan kita berikan sanksi. Kami tidak mau ambil resiko terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang tidak stabil. Jadi sejak dini kejadian pasti langsung saya panggil,” kata Sumarsono.

Terkait sanksinya yang mungkin akan dijatuhkan, kata Sumarsono, belum diputuskan. Namun kalau melihat kejadian di video yang viral di dunia maya,  Wakil Bupati Tolitoli terindikasi  tak bisa menempatkan diri sebagai pemimpin daerah.  Karena  seperti yang nampak di rekaman video, terjadi konflik. Wakil Bupati menyetop pidato Bupati. Lalu terjadi keributan.

“Apapun alasannya ini melanggar etika dan norma dalam UU Nomor 23 tahun 2014,” katanya.

Apapun kata Sumarsono, pasti akan ada sanksi. Sanksi  bisa berupa  teguran tertulis keras. Dalam aturan pemerintahan, aturan tertulis itu sampai 2 kali teguran tertulis 1 dan 2.  Baru kemudian pemberhentian. Jadi kalau Kemendagri telah menjatuhkan sanksi teguran tertulis 1,  yang dikenai sanksi tidak boleh melanggar lagi.

“Walau etik tidak berarti itu bisa dikecilkan. Kasus di Tolitoli ini sangat disayangkan karena prosedur pelantikan sudah benar, sebagai seorang bupati, dia (Saleh Bantilan) melantik dan sudah konsultasi baik itu mengenai orang yang dilantik, jadwal, kemudian sudah diundang, dan mengetahui bahwa yang bersangkutan yang harusnya dipecat, tidak dipecat karena sedang melaksanakan tugas baru atau tugas penting terkait transmigrasi,” tutur Sumarsono.

Semua proses itu sudah dikonfirmasikan sehingga harusnya Wakil Bupati, kata dia,  sudah paham. Terkait soal Bupati Tolitoli yang disebut sering ke luar negeri,  menurut klarifikasi bupati tidak benar. Namun memang, Bupati Tolitoli mengaku pergi ke luar negeri untuk keperluan berobat hidungnya yang mengalami gangguan.

“Sering ke luar negeri karena sakit hidungnya agak bindeng dan itu dilakukan hari libur, itu tidak masalah setelah kita cek melalui imigrasi,” ujarnya.

Gubernur Sulawesi Tengah, kata Sumarsono, bisa jadi penengah untuk mendamaikan Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli. Karena memang itu tugasnya gubernur. Dan, menurut klarifikasi Gubernur, tugas mendamaikan telah dilakukan. Jadi sekarang bola sudah ada di Kemendagri. Tinggal sekarang menunggu klarifikasi dari wakil bupati.

“Tunggu dulu klarifikasi wakil bupati,  kalau ada pelanggaran yang lebih parah ya kita sanksinya mengikuti tingkat pelanggaran yang kira-kira dilakukan wakil bupati. Kasus seperti ini akan sering terjadi kalau kita tak segera lakukan tindakan fasilitasi segera,” katanya.

Karena itu, lanjut Sumarsono,  wajib hukumnya bupati dan wakil bupati setelah dilantik mengikuti proses pelatihan atau orientasi kepala daerah di badan Diklat Kemendagri. Dalam pelatihan itu diajarkan bagaimana substansi Pemda dan etika. Termasuk bagaimana mencegah korupsi. Maka, kalau sudah diberikan pelatihan,  ternyata di lapangan masih terjadi friksi, maka yang  perlu dilakukan adalah tindakan.

“Terbitnya PP Nomor 12 tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan,  kita tak main-main lagi, di situ di atur sanksi-sanksinya,” ujarnya.

Sumarsono juga mengingatkan, wakil bupati itu tugasnya membantu bupati.  Dan poros pemerintah sebenarnya adalah bupati. Jadi jangan sampai terjadi matahari kembar.

“Karena dia (wakil bupati) harus bisa menginduk kepada kepala daerah yaitu bupatinya. Setelah Selasa kita putuskan sanksi apa yang akan diberikan,” katanya.

Penulis: Yon K

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi
Nasional

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Perkembangan kasus korupsi yang melibatkan Hasbi Hasan,mengalami perkembangan....

Cara Bayar Utang Puasa Ramadhan Jika Lupa Jumlah Hari yang Tinggal, Simak Penjelasan Berikut
Nasional

Amalan Ramadhan yang Membawa Pahala Besar: Sedekah dan Mengaji Al-Quran

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Bulan Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam,...

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

5 March 2024
Masa aksi melakukan pembakaran ban di depan gedung DPR RI

Jokowi Diserukan untuk Dimakzulkan oleh Masa Aksi di Depan Gedung DPR RI

5 March 2024
Aksi bakar ban oleh massa aksi di DPR RI (Dok ist)

Massa Bakar Ban di Gedung DPR, Minta Kejelasan Hak Angket Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu

5 March 2024
Ingin Akhiri Kecurigaan, 3 Fraksi DPR RI Usulkan Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024

Ingin Akhiri Kecurigaan, 3 Fraksi DPR RI Usulkan Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024

5 March 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Ilustrasi beras (freepik)
Lifestyle

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Harga beras yang semakin melambung tinggi belakangan ini membuat sebagian besar masyarakat merasa khawatir. Namun, jangan...

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In