Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Ketua GNPF Tegaskan Kesetiaan Umat Islam Terhadap NKRI dan Pancasila

Suara Nusantara by Suara Nusantara
5 June 2017
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Foto: Hasbullah

Foto: Hasbullah

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Foto: Hasbullah

Jakarta – SuaraNusantara

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan umat Islam Indonesia kini sedang memiliki gairah terhadap agamanya. Karena itu dia menyerukan umat untuk bersatu membela agama.

“Umat Islam lagi bergairah dengan agamanya. Kita jangan mau agama kita dilecehkan, dinistakan. Kita harus bangkit untuk bersatu membela agama Islam,” papar Bachtiar di hadapan ratusan jama’ah Masjid At-taqwa saat mengisi kultum Sholat Tarawih, Jakarta Selatan, Minggu (4/6/2017).

BACAJUGA

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

Berkah dan Petualangan, Destinasi Liburan di Bulan Ramadan yang Wajib di Kunjungi

Dia mengakui kasus penistaan terhadap surat Al-Maidah ayat 51 oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok jadi salah satu pemicu kebangkitan umat Islam saat ini.

“Ini dalam rangka benteng NKRI. Kalau umat Islamnya lembek, NKRI ikut lembek tidak?” jelasnya sembari bertanya kepada jama’ah yang hadir.

Namun dia menyerukan agar kaum mayoritas di Indonesia tetap istiqomah membela Islam dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman perpecahan.

Kata dia, umat Islam tak perlu lagi ditanya soal kesetiaan terhadap NKRI. Sebab  kemerdekaan Indonesia diraih berkat perjuangan para tokoh ulama’, kaum santri dan seluruh pejuang kemerdekaan. Mereka bersatu padu mengusir penjajah Belanda dengan satu tujuan yaitu kemerdekaan Indonesia.

“Islam masuk ke Indonesia dengan damai. Santri tidak mengangkat senjata kecuali dalam rangka mengusir penjajah,” terang dia.

Menurut Bachtiar, umat Islam lah justru yang paling setia membela dan menjaga keutuhan NKRI agar tetap berlandaskan pada Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

Forum Bhineka Tunggal Ika Prihatin Intoleransi dan Radikalisasi

Di sisi lain, banyak pihak merasa prihatin dengan maraknya kasus intoleransi dan radikalisasi yang terjadi belakangan ini dengan mengatasnamakan agama. Hal tersebut bisa menimbulkan perpecahan dan berpotensi menghancurkan NKRI. Apalagi disinyalir banyak pihak, baik individu maupun ormas, yang mengklaim dirinya Pancasilais namun sebenarnya anti Pancasila.

Sejumlah orang pada Jumat (2/6/2017) kemarin, berkumpul membentuk Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika di bilangan Utan Kayu, Jakarta Timur. Forum ini digagas menyikapi maraknya aksi intoleransi dan radikalisme di Tanah Air. Forum ini juga turut mendukung keputusan pemerintah membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) radikal, intoleran, serta kelompok-kelompok yang berniat mengganti Pancasila, UUD 1945 dan NKRI.

“Kami juga mengutuk segala bentuk tindakan radikalisme yang mengatasnamakan agama apapun, dan meminta dilakukan tindakan hukum terhadap hal-hal tersebut,” kata Syaiful Rohim, Ketua Nasional Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika.

Pemerintah juga diminta menindak tegas oknum pejabat, aparat negara, serta organisasi yang secara nyata mendukung kelompok intoleran, radikal, dan bertentangan dengan Pancasila.“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah, serta instansi manapun untuk menyuarakan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. Sebab keberagaman dan itu semua harus dipertahankan di negara ini,” tuturnya.

Persoalan intoleransi ini juga membuat Presiden Jokowi merasa sangat prihatin. Namun Ketua Setara Institute, Hendardi, menilai keprihatinan Presiden masih sebatas pernyataan simbolik, yang tidak diikuti jajaran pemerintahan di bawahnya.

“Usai pernyataan itu, pada 1 April, kegiatan keagamaan pengikut Syiah di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur diserang dan dibubarkan paksa oleh organisasi masyarakat yang menyebut diri sebagai Ormas Aswaja. Pada hari yang sama, Ormas FPI juga melakukan aksi intoleransi dengan membubarkan diskusi Jaringan Aktivis Filsafat Islam (JAKFI) di Pekanbaru, Riau,” kata Hendardi melalui pesan singkatnya, Senin (4/4/2016) silam.

Tindakan intoleransi tersebut, kata dia, hanyalah sebagian kecil dari aksi-aksi intoleransi yang terjadi di banyak tempat pada kwartal pertama 2016 ini. Karena itu, Presiden tidak cukup hanya menyampaikan keprihatinan dan pernyataan dalam menghadapi kasus-kasus semacam itu.

“Ya harus dibuktikan dengan tindakan, yakni memerintahkan jajarannya, baik institusi Polri, kementerian terkait, termasuk pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah kongkrit menghadapi kelompok intoleran,” tegas dia.

Sementara tindakan persekusi yang juga marak terjadi belakangan ini membuat gusar Wakil Presiden keenam Indonesia Try Sutrisno. Dia menegaskan, ormas tak boleh melakukan persekusi terhadap orang lain. Sebab, tindakan persekusi melanggar nilai-nilai Pancasila dan merusak persatuan.

“Enggak boleh orang yang memersekusi itu di luar hukum, apa status ormas itu? Kalau begitu bubar negara ini. Negara kesatuan ini ada Pancasila. Pancasila ini sangat dalam budayanya, etikanya, sopan santunnya. Tidak boleh orang, saya bikin ini, ditindak. Kalau begitu semua, hancur ini. Apa perlunya bernegara? Persekusi oleh siapa pun tidak boleh,” ucap Try di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan, siapa pun yang merusak Pancasila dan negara serta kebinekaan, harus diberantas. “Kalau sudah ada bukti satu ormas memersekusi, ya ditutup (ormas) itu, dikumpulkan. ISIS saja dikumpulkan, terus diberantas,” ujar Tri.

Penulis: Hasbullah/Askur

 

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi
Nasional

Windy Idol dan Hasbi Hasan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Perkembangan kasus korupsi yang melibatkan Hasbi Hasan,mengalami perkembangan....

Cara Bayar Utang Puasa Ramadhan Jika Lupa Jumlah Hari yang Tinggal, Simak Penjelasan Berikut
Nasional

Amalan Ramadhan yang Membawa Pahala Besar: Sedekah dan Mengaji Al-Quran

by Doroti Krisley L
5 March 2024

Suaranusantara.com - Bulan Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam,...

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

Update Harga Sembako Jelang Ramadhan 2024

5 March 2024
Masa aksi melakukan pembakaran ban di depan gedung DPR RI

Jokowi Diserukan untuk Dimakzulkan oleh Masa Aksi di Depan Gedung DPR RI

5 March 2024
Aksi bakar ban oleh massa aksi di DPR RI (Dok ist)

Massa Bakar Ban di Gedung DPR, Minta Kejelasan Hak Angket Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu

5 March 2024
Ingin Akhiri Kecurigaan, 3 Fraksi DPR RI Usulkan Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024

Ingin Akhiri Kecurigaan, 3 Fraksi DPR RI Usulkan Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024

5 March 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Ilustrasi beras (freepik)
Lifestyle

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Harga beras yang semakin melambung tinggi belakangan ini membuat sebagian besar masyarakat merasa khawatir. Namun, jangan...

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In