
Jakarta-SuaraNusantara
Khalid Masood, 52 tahun, dari West Midlands, dilaporkan memiliki catatan kriminal dan mungkin memiliki hubungan dengan ekstremisme. Khalid menjadi salah seorang dari lima pelaku penabrakan dan penikaman di sekitar Jembatan London dan Pasar Borough, pada Sabtu (3/6/2017) malam.
Khalid yang mengendarai mobil van, sengaja menabrak pejalan kaki, mementalkan satu orang sekitar 20 kaki ke udara dan mengakibatkan sedikitnya delapan korban lainnya tergeletak tak bergerak di sekitar jembatan. Tercatat, 20 orang terluka parah dan dua orang meninggal dalam insiden penabrakan yang diikuti dengan penikaman itu. Sementara kabar lain menyebutkan setidaknya 7 orang tewas, termasuk 3 pelaku penyerangan.
“(Setelah menabrak) Mobil itu (kemudian) membelok sebelum menabrak halte bus dan berhenti,” ujar seorang saksi mata, Mark Roberts. “Saya melihat bahwa van itu mengincar orang-orang,” sambungnya.
Saat kejadian, dilaporkan sekitar 100 warga sedang berada di sekitar Jembatan London. Selang beberapa menit setelah insiden, terdengar suara letusan senjata api.
Para pelaku teror Jembatan London sempat meneriakkan ‘Ini untuk Allah’ saat menyerang warga. Menurut saksi mata, pelaku meneriakkan hal tersebut sambil mengamuk dengan pisaunya yang diarahkan ke sejumlah warga lokal.
“Saya melihat tiga pria muslim berlari dan mulai menikam seorang gadis. Mereka menyerangnya dan menikam seorang pria lain,” kata Gerard, seorang saksi mata, Minggu, 4 Juni 2017.
Selanjutnya, Gerard mengaku melihat tiga orang itu menikam tukang pukul klub malam. “Aku melempar botol kepada mereka, gelas, bangku, kursi, tapi aku tanpa pertahanan. Mereka tetap berlari sambil mengatakan, ‘Ini untuk Allah’,” katanya.
Tiga orang itu, kata Gerard, menikam seorang gadis sekitar 15 kali. Ia mengklaim telah memukul salah satu penyerang di punggung dengan melemparkan benda kepadanya. Penyerang itu lalu mengejarnya tapi ia berhasil melarikan diri tanpa terluka.
Sebuah foto memperlihatkan dua orang pelaku yang terbaring di tanah setelah ditembak mati polisi di bar Wheatsheaf di Pasar Borough. Seorang pelaku lain juga dilaporkan tewas ditembak polisi sedang dua lainnya masih buron. Dari foto tersebut terlihat keduanya mengenakan semacam rompi anti tusuk.
Kepolisian Metropolitan London telah mengonfirmasi bahwa dua serangan yang terjadi di Jembatan London dan Pasar Borough adalah aksi terorisme. Sedangkan sebuah insiden lain yang dilaporkan terjadi di Vauxhall dikonfirmasi tidak memiliki kaitan dengan serangan teror ini.
Penulis: Yon K












