
Jakarta-SuaraNusantara
Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menegaskan agar politik balas dendam segera dihentikan. Dia meminta agar pemerintah segera melakukan rekonsiliasi nasional dan kasus-kasus yang menjerat ulama dan aktivis segera dihentikan oleh pemerintah. Kalau tidak, katanya, umat akan “meletus”.
“Setop semua kasus yang ada, baik itu kasus yang menyangkut para ulama, habib, maupun yang menyangkut para aktivis. Kalau pemerintah melakukan itu, berarti ada iktikad baik untuk membangun bangsa Indonesia. Tapi kalau terus-menerus ulama ditekan, habib ditekan, hati-hati. Nanti bisa jadi pemicu meletusnya kemarahan umat di berbagai daerah. Saya tidak mau ini terjadi,” ujar Rizieq melalui video yang dikirim kepada wartawan oleh tim pengacaranya dari Madinah, Saudi Arabia, beberapa saat lalu.
Rizieq menekankan jika FPI tidak memusuhi pemerintah ataupun aparat kepolisian. Musuh FPI kata Rizieq adalah kezaliman dan kemungkaran.
“Kalau pemerintah mengambil kebijakan yang bagus, ya kita dukung. Kalau mereka mengambil kebijakan yang salah, kita kritisi terus, tanpa henti, apa pun risikonya,” tegas Rizieq.
Dalam video tersebut Rizieq sedang berkumpul dengan tim kuasa hukumnya. Pertemuan itu dihadiri Ketum DPP FPI Sobri Lubis dan koordinator pengacara Eggi Sudjana serta anggota tim advokasi Kapitra Ampera.
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, Rizieq Shihab sebenarnya rugi sendiri bila tetap menolak memenuhi panggilan kepolisian.
“Kalau dia datang, dia bisa menjelaskan, dia bisa menolak semua informasi yang tak betul. Kalau dia enggan datang, mana bisa dia klarifikasi,” kata Setyo di Jakarta, Rabu (17/5/2017) silam.
Menurut Setyo, bila Rizieq merasa tidak terlibat atas perkara yang tengah didalami Polda Metro Jaya, sebaiknya segera mengklarifikasinya. Yakni dengan menghadap kepada penyidik dan memberikan kesaksiannya.
“Saya imbau, Rizieq kembali ke Indonesia. Kalau merasa enggak bersalah silakan klarifikasi, jelaskan sehingga penyidik juga dapat masukan berimbang,” tambah Setyo.
Penulis: Yono












