Korsel Gelar Latihan Simulasi Serangan Nuklir Korut Secara Mandiri

Suaranusantara.com – Korea Selatan menggelar latihan simulasi serangan nuklir dari Korea Utara secara mandiri pada minggu ini, sebagai bentuk kesiapsiagaan dan tanggapan terhadap ancaman nuklir yang terus dilontarkan oleh Pyongyang.

Latihan simulasi ini dilakukan tanpa melibatkan Amerika Serikat, yang biasanya menjadi sekutu utama Korsel dalam menghadapi Korut.

Latihan simulasi ini disebut sebagai tabletop exercise (TTX), yang merupakan latihan berbasis diskusi yang melibatkan para pejabat dan pakar militer dari Korsel.

TTX ini dipimpin oleh Komite Strategi Pencegahan Aliansi Korsel-AS, yang bertugas untuk membahas dan mengembangkan rencana kontinjensi dan prosedur tanggapan dalam hal terjadi krisis nuklir di Semenanjung Korea.

TTX ini dilakukan pada 22 Februari di Kementerian Pertahanan Korsel di Seoul, menurut keterangan resmi dari kementerian tersebut.

TTX ini memiliki makna yang berbeda karena Korsel dan AS akan membahas secara khusus strategi dan opsi kebijakan dan militer terbaik jika Korut menggunakan senjata nuklir.

Korsel dan AS sepakat untuk memasukkan skenario penggunaan nuklir dalam menanggapi perubahan terbaru dalam strategi dan kemampuan nuklir Korut.

Korut telah mengumumkan doktrin nuklir yang agresif dan preemptif pada September 2022, yang memungkinkan serangan nuklir terlebih dahulu dalam kondisi tertentu. Korut juga telah melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dapat mencapai daratan AS.

Dalam TTX ini, Korsel dan AS akan fokus pada membahas “bagaimana mengelola krisis dan mengambil tindakan balasan militer dalam skenario Korut mengancam dan menggunakan senjata nuklir,” menurut keterangan kementerian.

Korsel dan AS juga akan melakukan diskusi mendalam tentang berbagai cara untuk memperkuat kredibilitas deterensi diperpanjang AS sebagai respons terhadap ancaman yang semakin meningkat dan langsung dari Korut.

Deterensi diperpanjang adalah komitmen AS untuk mencegah atau menanggapi paksaan dan serangan eksternal terhadap sekutu dan mitra AS dengan seluruh kemampuan militer yang dimilikinya, termasuk senjata nuklir.

Hasil dari TTX ini akan dijadikan bahan untuk merevisi Strategi Pencegahan Khusus Korsel-AS, yang merupakan dokumen yang disepakati oleh Korsel dan AS untuk mengatur kerangka kerja dan prinsip-prinsip dalam menghadapi ancaman nuklir Korut.

Revisi ini akan dilakukan sebelum mengadakan Pertemuan Konsultatif Keamanan Korsel-AS, yang akan diadakan pada akhir tahun ini.

Exit mobile version