Mark Zuckerberg Membangun Bunker Kiamat di Hawaii?

Mark Zuckerberg

Suaranusantara.com – Berita tentang Mark Zuckerberg yang disebut siapkan bunker kiamat di Hawaii adalah berita yang tidak benar dan tidak berdasar.

Berita ini mungkin berasal dari spekulasi, fitnah, atau hoax yang dibuat oleh orang-orang yang ingin menyebarluaskan informasi negatif atau mengganggu reputasi Zuckerberg.

Mark Zuckerberg adalah pendiri dan CEO Facebook, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Dia memiliki properti mewah di Hawaii, sebuah pulau tropis di Amerika Serikat.

Properti ini meliputi sebuah kawasan pedesaan seluas 1.500 hektare (sekitar 3.700 hektar) yang berada di bagian utara pulau Kauai12.

Di sana, dia memiliki sebuah rumah besar, sebuah kebun organik, sebuah sawah untuk ternak sapi, dan sebuah bendungan air12. Zuckerberg membeli properti ini sejak tahun 2014 dengan harga sekitar $100 juta12.

Pada tahun 2020, dia membeli lagi 89 hektare (sekitar 220 hektare) untuk $45,3 juta2. Pada tahun 2021, dia membeli lagi 110 hektare (sekitar 280 hektare) untuk $17 juta2.

Dengan demikian, total luas properti miliknya di Hawaii mencapai sekitar 2.000 hektare (sekitar 4.700 hektare).

Properti ini menuai kontroversi dan kritik dari masyarakat lokal Hawaii, terutama karena adanya beberapa tanah kecil yang tidak dimiliki oleh Zuckerberg dan menjadi sumber konflik dengan para pemilik asli tanah tersebut.

Zuckerberg juga membangun sebuah dinding batu sepanjang enam kaki di sekitar properti untuk menghalangi akses ke pantai Pila’a1, yang membuatnya marah dengan tetangga-tetangganya.

Namun, tidak ada bukti atau laporan resmi yang menunjukkan bahwa Zuckerberg memiliki rencana atau niat untuk membuat bunker kiamat di Hawaii.

Ini hanyalah isu palsu yang dibuat oleh orang-orang yang ingin mencemarkan nama baik atau mengancam keamanan Zuckerberg.

Tidak ada alasan logis atau ilmiah untuk mengatakan bahwa Zuckerberg perlu bunker kiamat di Hawaii. Zuckerberg sendiri tampaknya tidak terlalu peduli dengan isu-isu tersebut.

Dia lebih fokus pada pekerjaannya sebagai CEO Facebook dan pada misinya sebagai filantropis melalui yayasan Chan Zuckerberg Initiative3, yang didirikan bersama istri dannya Priscilla Chan.

Mereka juga memiliki minat pada bidang-bidang seperti teknologi pendidikan, kesehatan global, dan kebijakan publik

Exit mobile version