SuaraNusantara.com-Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan cerita menarik tentang Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang ditawari menjadi calon wakil presiden oleh semua calon presiden. Meskipun mendapat tawaran dari berbagai pihak, Khofifah menunjukkan sikap teguhnya dan menolak tawaran tersebut. Menurut Kalla, hal ini mencerminkan kesetiaan Khofifah terhadap provinsi yang dipimpinnya.
“Ada satu orang yang didatangi semua untuk diajak berpasangan tapi tidak mau. Itu adalah Ibu Khofifah. Itu artinya ia lebih mencintai Jawa Timur,” kata JK dalam Malam Penganugerahan DMI Award Provinsi Jawa Timur Tahun 2023, Selasa 14 November 2023.
Meski sebelumnya nama Khofifah sempat masuk dalam radar calon wakil presiden dari kubu Ganjar Pranowo, namun akhirnya dipilihnya Mahfud Md. Jusuf Kalla juga mengungkapkan kriteria pemimpin yang akan dipilihnya, “Pilih yang lebih mencintai masjid.” Ia menegaskan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki kedekatan dan perhatian terhadap masjid sebagai pusat spiritualitas masyarakat.
Baca Juga:Â Jusuf Kalla Kritik Kebijakan Hilirisasi yang Digaungkan Jokowi, Terlalu Banyak Melibatkan Asing
Jusuf Kalla juga menyoroti fenomena unik menjelang pemilihan umum, terutama di Jawa Timur, di mana para calon presiden dan wakil presiden rajin bertemu dengan para kiai. Hal ini dianggap sebagai langkah untuk mendapatkan dukungan spiritual dan mendekati pemilih yang sangat menghormati para kiai. Kalla menekankan pentingnya menjaga netralitas masjid dan lembaga keagamaan selama kampanye politik.
Sebagai informasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud Md, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ketiganya telah mendapatkan nomor urut masing-masing sebagai langkah awal dalam proses pemilihan presiden mendatang.













Discussion about this post