Suaranusantara.com – Banyak orang yang merasa mengantuk dan ingin beristirahat setelah makan.
Namun, apakah Anda tahu bahwa kebiasaan ini bisa berbahaya bagi kesehatan Anda? Rebahan atau tidur setelah makan bisa menyebabkan gangguan pencernaan, kenaikan berat badan, stroke, dan masalah kesehatan lainnya.
Menurut laman Healthline1, saat Anda berbaring setelah makan, kandungan asam lambung bisa naik dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Anda berisiko mengalami gejala sakit maag dan kondisi asam lambung.
Ini menyebabkan sensasi terbakar di dada dan tenggorokan, serta rasa asam di mulut.
Selain itu, rebahan setelah makan juga bisa memengaruhi metabolisme tubuh. Tubuh mencerna makanan paling baik dalam posisi tegak, yang memungkinkannya menyerap makanan dengan mudah. Jika Anda berbaring setelah makan, proses pencernaan akan melambat dan kalori yang masuk tidak akan terbakar dengan optimal. Hal ini bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas.
Rebahan tepat setelah makan juga bisa meningkatkan peluang terkena stroke. Penelitian dari University of Ioannina, Yunani2, menunjukkan bahwa individu harus menunggu setidaknya satu jam setelah makan sebelum tidur untuk mengurangi risiko stroke. Bahkan, untuk setiap 20 menit Anda menunggu sebelum rebahan, risiko stroke turun 10 persen lagi.
Studi ini melibatkan 1.000 orang yang disurvei tentang kebiasaan makan dan tidur mereka. Di sini, peneliti menemukan bahwa mereka yang menunggu paling lama untuk tidur memiliki risiko stroke lebih rendah hingga 76 persen.
Ini diperkirakan karena rebahan tepat setelah makan dapat memicu mulas, yang berhubungan dengan sleep apnea, faktor risiko untuk stroke.
Ini mungkin juga ada hubungannya dengan perubahan biologis yang terjadi saat kita makan. Sesaat setelah makan, tubuh mengalami perubahan gula darah, kadar kolesterol, dan aliran darah, semua faktor yang dapat berkontribusi pada stroke.
Lalu, apa yang harus dilakukan setelah makan? Masih dilansir dari laman Healthline1, setelah makan, Anda bisa terlebih dahulu melakukan aktivitas ringan, seperti mencuci piring, atau membersihkan dan merapikan rumah.
Berjalan kaki ringan setelah makan juga diyakini dapat memberikan manfaat kesehatan, termasuk memperlancar pencernaan, meningkatkan kesehatan jantung, mengelola gula darah, meregulasi tekanan darah dengan lebih baik, serta memicu penurunan berat badan.
Namun, bukan berarti jogging atau lari adalah pilihan yang lebih baik. Olahraga terlalu intens setelah makan malah bisa menyebabkan sakit perut.
Tubuh setiap orang akan merespons secara berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, pastikan menjaga intensitasnya tetap rendah.
Lakukan jalan kaki santai selama 10 menit setelah makan bisa membantu Anda mendapatkan manfaat kesehatan sekaligus menurunkan risiko efek samping.
Demikian berita yang saya buat tentang fakta dan risiko ketika habis makan langsung rebahan. Semoga bermanfaat dan menjaga kesehatan Anda.(Dn)













Discussion about this post