Suaranusantara.com – Para ilmuwan dari seluruh dunia tengah bersaing dalam mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI). Upaya serupa juga dilakukan oleh sejumlah peneliti di Singapura.
Menurut laporan dari The Independent Singapore, mereka saat ini tengah menggarap proyek revolusioner yang dapat memungkinkan AI untuk membaca pikiran manusia.
National University of Singapore (NUS) menjadi tempat berlangsungnya proyek menarik ini, dengan puluhan individu yang berpartisipasi dalam program ini.
Baca Juga :Â Haris Azhar Singgung Chanel Deddy Corbuzier di Sidang Dugaan Kasus Pencemaran Nama Baik Lord Luhut
Dalam proyek ini, otak peserta dipindai menggunakan mesin magnetic resonance imaging (MRI) saat mereka melihat antara 1.200 hingga 5.000 gambar berbeda.
Teknologi AI yang diberi nama MinD-Vis kemudian menghubungkan reaksi otak dengan gambar-gambar tersebut, memungkinkan komputer untuk menginterpretasi pikiran manusia.
“Setelah kami mengumpulkan data pelatihan yang mencukupi, kami dapat membuat model AI individual yang mirip dengan penerjemah. Model ini mampu memahami aktivitas otak Anda, seperti bagaimana ChatGPT memahami bahasa manusia.” ujar Jiaxin Qing, salah satu peneliti
Baca Juga :Â Titiek Soeharto Daftarkan Diri Sebagai Caleg 2024 Melalui Partai Besutan Prabowo Subianto
“Saat pemindaian berlangsung, Anda akan diperlihatkan rangsangan visual. Aktivitas otak Anda akan dicatat secara bersamaan,” jelasnya.
Data aktivitas otak tersebut kemudian diterjemahkan oleh AI ke dalam bahasa tertentu, menghasilkan gambar yang sesuai dengan apa yang dilihat peserta saat itu.
Namun, karena teknologi ini bekerja pada tingkat individu, tidak semua orang dapat menggunakannya. Seperti banyak teknologi inovatif lainnya, kekhawatiran akan privasi data juga menjadi hal yang harus diperhatikan.
“Penting bagi kita untuk memiliki pedoman, etika, dan regulasi yang sangat ketat dalam melindungi privasi,” ungkap Associate Professor di NUS Medicine, Juan Helen Zhou.
Baca Juga :Â Upaya Menteri BUMN Erick Thohir untuk Meningkatkan Efisiensi dan Ketersediaan Pesawat di Indonesia
Meskipun demikian, Zhou menyatakan bahwa teknologi ini memiliki potensi yang menjanjikan dan dapat memberikan kontribusi positif di masa depan.(red)













Discussion about this post