Suaranusantara.com – belakangan ini marak pemberitaan terkait AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan.
AI dianggap teknologi yang canggih namun berbahaya.
Bahkan jauh sebelum AI berkembang seorang jenius Stephen Hawking pernah mengingatkan soal ancaman munculnya kecerdasan buatan AI.
“Pengembangan kecerdasan buatan berarti akhir umat manusia” ujar Hawking pada desember 2014 silam.
Sontak hal tersebut membuat banyak kekhawatiran manusia.
Dan terbukti kali ini AI bisa berbuat apa saja sesuai dengan yang di inginkan si pengguna, bahkan membuat foto anti mainstream dengan teknologi AI.
Belum lama ini, muncul sebuah foto yang memperlihatkan Donald Trump tengah diciduk polisi Amerika Serikat.
Foto tersebut di unggah oleh salah satu jurnalis Elliot Higins memposting foto tersebut dengan bantuan teknologi AI.
Tak hanya itu, Elliot juga memposting sebuah foto yang menampilkan Trump tengah berada dibalik jeruji besi lengkap dengan aktivitasnya.
Hal tersebut menuai kontroversi dibanjiri komentar netizen.
Tak sedikit yang menyarankan agar foto tersebut diberikan keterangan bahwa foto tersebut adalah ulah AI.
“Kita harus memberi watermark bahwa foto ini tidaklah nyata” tulis pengguna twitter @mka***
Sudah semakin mengkhawatirkan bukan? teknologi AI ini jika terus berkembang dan tanpa regulasi yang pasti.
Penangkapan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak lah benar, foto tersebut dibuat oleh seorang Jurnalis Elliot Higgins dengan teknologi AI.
Bagaimana menurut sobat SuaraNusantara? (Alief)
