SuaraNusantara.com – Update terbaru korban meninggal dunia akibat musibah tanah longsor Natuna bertambah menjadi 15 orang.
Sebelumnya dilaporkan korban meninggal dunia sebanyak 10 orang, dan puluhan orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Dan 1.216 orang terpaksa harus mengungsi ketempat yang dianggap lebih aman.
Diantaranya Sebanyak 219 orang diungsikan di Pos PLBN Serasan, 215 orang diungsikan di puskesmas.
500 orang diungsikan di rumah warga dan Masjid Al Furqon di Desa Pelimpak, dan sebanyak 282 orang diungsikan di bangunan sekolah SMAN 1 Serasan.
Dilaporkan 27 bangunan rumah tertimbun material longsor, sebanyak 26 rumah warga dan 1 surau tertimbun akibat musibah tanah longsor natuna yang terjadi pada senin, 6 Maret 2023 kemarin.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna, Raja Darmika korban meninggal dunia bertambah yang sebelumnya 10 orang menjadi 15 orang.
5 orang diantaranya ditemukan di desa genting dan desa Pangkalan sehingga menambah korban meninggal dunia.
“Penemuan ini di sekitar Desa Genting dan Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan. Untuk data korban sedang dalam proses pendataan, karena terkendala dengan terputusnya jaringan komunikasi di Kecamatan Serasan,” kata Raja Darmika melalui pesan WhatsApp, seperti dikuti rekan media.
Raja memperkirakan, hingga saat ini masih ada 50 orang yang hilang akibat tertimbun longsor.
Pada Selas, 7 Maret 2023 Pemerintah Kabupaten Nunukan, Provinsi Kepulauan Riau, telah menetapkan status tanggap darurat terkait tanah longsor di dua desa di Pulau Serasan.
Status darurat itu berlaku selama tujuh hari, mulai 6 Maret hingga 12 Maret 2023.(Alief)
