Suaranusantara.com – Perusahaan perangkat GPS asal Inggris, TomTom, merilis peringkat kota termacet didunia. Pada rilisan tersebut, kota Jakarta menempati peringkat 29.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono angkat bicara perihal peringkat Jakarta dalam urutan kota termacet didunia rilisan dari TomTom tersebut. Pasalnya, posisi Jakarta tahun 2023 ini meroket tinggi dari yang sebelumnya pada tahun 2022 berada diperingkat ke 46 sebagai kota termacet didunia.
“Ya kita beresin macetnya,” ungkapnya.
Namun, Heru Budi tidak merinci terkait rencana yang akan dilakukan pemerintah provinsi (pemprov) dalam mengatasi kemacetan tersebut. Dirinya hanya menghimbau masyarakat agar beralih menggunakan bus Transjakarta untuk bepergian.
“Ya ramai-ramai naik Transjakarta,” ujarnya.
Hasil survei kemacetan sejumlah kota didunia menurut data Tomtom Traffic Index menyebutkan bahwa saat ini Jakarta berada pada peringkat 29 dari total 389 kota di 56 negara didunia. Peringkat tersebut naik 17 peringkat dibandingkan tahun 2021, saat itu Jakarta menduduki peringkat 46 sebagai kota termacet didunia.
“Waktu tempuh di Jakarta meningkat dari tahun lalu. Data tersebut menunjukkan bahwa waktu rata-rata yang diperlukan untuk menempuh jarak 10 kilometer bertambah 22 menit 40 detik,” dikutip dari keterangan TomTom, (23/2/2023).
Berdasarkan informasi tambahan, catatan untuk hari termacet pada tahun 2022 di Jakarta terjadi pada hari Jumat, 9 Desember lalu. Saat itu, rata-rata waktu tempuh untuk berkendara per 10 kilometer mencapai 29 menit 30 detik.
TomTom menilai bahwa kemacetan di kota-kota dunia meningkat dikarenakan kebijakan pelonggaran terhadap pembatasan aktivitas masyarakat setelah selama masa pandemi Covid-19 melandai.
“Sepanjang pandemi, kami mengamati jam sibuk berlalu lintas menjadi sebuah kenangan. Sayangnya, kondisi itu (jam sibuk) sepertinya sudah kembali,” katanya.(ADT)













Discussion about this post