SuaraNusantara.com – PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penyalur BBM swasta terus melakukan evaluasi secara berkala setiap bulan terhadap harga BBM nonsubsidi. Pasalnya mereka akan memperhatikan sejumlah komponen pembentuk harga. Lantas, apakah akan melakukan penyesuaian harga pada 1 November besok?
Pergerakan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang berfluktuasi membuat harga minyak dunia ikut bergejolak. Sehingga, sejumlah badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga kini terus memantau pergerakan minyak mentah.
Telebih, kedua faktor tersebut merupakan komponen dasar pembentuk harga BBM. Untuk diketahui, biasanya sejumlah badan usaha penyalur BBM melakukan penyesuaian harga per tanggal 1 setiap bulan.
Lantas, dengan harga minyak bertengger di level US$ 96 per barel, serta kurs rupiah saat ini tembus Rp 15.500 per US$, apakah harga BBM naik pada November mendatang?
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan pihaknya akan terus memantau sejumlah hal terkait harga BBM. Lantaran ada faktor lain yang juga dipertimbangakan seperti selain harga minyak mentah, MOPS dan kursnya,
“Masih kita lihat dulu,” saat dikonfirmasi wartawan, Senin (31/10/2022).
Sementara Badan usaha penyalur BBM swasta seperti Shell Indonesia juga menyampaikan bahwa harga minyak dunia memang berpengaruh terhadap penentuan harga jual BBM. Namun demikian, penetapan harga BBM Shell juga dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor lainnya.
“Dapat kami sampaikan bahwa penyesuaian harga yang kami lakukan dilakukan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku mengenai harga jual BBM,” kata VP Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea.
Hal senada diungkapkan pemilik SPBU BP-AKR. Pemilik SPBU yang identik dengan warna hijau ini juga masih memantau pergerakan harga minyak dunia hingga kurs. Sehingga, perusahaan belum dapat memastikan apakah akan ada rencana penyesuaian harga.
“BP-AKR senantiasa melakukan penyesuaian harga dengan mempertimbangkan berbagai faktor, diantaranya harga minyak dunia, biaya operasional dan kondisi pasar. Mengenai tren harga BBM ke depannya tentu sangat bergantung dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia,” kata Marketing Director PT Aneka Petroindo Raya Vanda Laura.













Discussion about this post