Tangerang – Sekitar 4.000 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), mengikuti Program Pengenalan Studi, Almamater, dan Masa Ta’aruf (Propesa dan Mastra).
Bertema ‘Membumikan Gerakan Intelektual yang Agamis dan Humanis untuk UMT yang Lebih Unggul’ dengan gaya baru yang memakai budaya tradisional, program tersebut dikemas menjadi karnaval budaya.
Karnaval yang dimulai dari Taman Gajah Tunggal, Jalan Perintis Kemerdekaan, Babakan, Kota Tangerang hingga GOR Tangerang itu dihiasi beberapa dosen yang memakai baju adat dari 34 provinsi di Indonesia dan lainnya.
Rektor UMT Ahmad Amarrullah mengatakan, karnaval budaya terinspirasi dari semangat Muhammadiyah dalam merawat keberagaman budaya.
“Tentu kita terus merawat NKRI yang sudah final dan enggak perlu lagi dipersoalkan. Bahwa Muhammadiyah adalah miniatur bangsa ini,” terang Ahmad kepada wartawan, Jum’at (30/8/2019).
Dia menjelaskan, yang mengikuti pendidikan di UMT tidak hanya mahasiswa beragama Islam. Namun, dari berbagai agama dan kepercayaan lain.
“Ada yang dari Bugis, Konghucu, Katolik dan yang lainnya ada. Bahkan, yang tidak beragama Islam ketika mengikuti ujian agama Islam itu nilainya bagus-bagus. Itu sesuatu yang menarik,” katanya.
Pada kesempatan ini, Ahmad menambahkan, pihaknya bakal mengenalkan bahwa UMT siap menyambut mahasiswa baru untuk mengikuti kewajibannya.
“Namun bagi kami akan memberikan pelayanan yang baik. Sehingga para mahasiswa atau istilahnya customer bisa merasa puas. Dan itu kami jaga betul,” tutupnya.(ayip/and)













Discussion about this post