Pandeglang – Sebanyak 326 kepala desa (Kades) Kabupaten Pandeglang bakal terbang ke Pulau Dewata Bali untuk mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) Prioritas Penggunaan Dana Desa serta perencanaan bisnis dan manajemen BumDes.
Rencananya, Bimtek akan berlangsung di Fashion Hotel Legian dan The One Legian serta diselipkan agenda mengunjungi BumDes Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Informasi rencana Bimtek itu diketahui dari surat undangan untuk para kades yang beredar luas. Surat dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan dan Potensi Kemandirian Desa (LPPKD) yang berpusat di Bekasi, Jawa Barat. Dalam surat yang dikeluarkan tanggal 12 Juni 2019 itu, kegiatan Bimtek akan digelar dari tanggal 2-5 September 2019.
Meski tidak mencantumkan biaya yang dipungut, namun kabar yang beredar penyelenggara mewajibkan setiap kades membayar uang sebesar Rp10 juta untuk anggaran perjalanan.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku tak mempersoalkan kunker para kades tersebut karena telah lebih dulu meminta izin, terpenting dana desa (DD) yang dipergunakan bisa dipertanggungjawabkan, bahkan menurutnya, kades di Pandeglang harus menjadi entrepreneur hebat.
“Jadi kades-kades kita juga harus jadi entrepreneur hebat, kalau wawancaranya enggak luas ya Allah kasihan banget,” kata Irna, Kamis (22/8/2019).
“Intinya mereka menghabiskan uang rakyat, tapi dengan tujuan tadi, orientasinya hasil apa yang bisa dibawa, kampung wisata? Produk unggulan, budayanya,” sambung Irna.
Menurut Irna, biaya bimtek sudah dianggarkan melalui APBDes masing masing. Bimtek itu juga lanjutnya, para kades tidak hanya berorientasi menghasilkan anggaran, tetapi tidak memiliki inovasi demikian kemajuan di desanya.
Sebenarnya Bimtek serupa telah dilakukan pada tahun lalu, tetapi bukan ke Bali tetapi di Yogyakarta untuk meninjau BUMDes yang telah maju.
“Nanti dia ke Bali apa yang dia dapat. Tanggungjawabnya ada, saya akan kumpulkan para kepala desa sebelum mereka berangkat melalui DPMPD, supaya mereka memiliki kecakapan, keunggulan setiap desa setelah mereka belajar banyak. Kita dorong dari desa tertinggal bisa menjadi berkembang dan mandiri,” paparnya.(aep/and)
