Enam Desa Akan Jadi Percontohan Perpustakaan Berbasis Inklusi di Tangerang

Ilustrasi perpustakaan desa.(republika.co.id)

Kabupaten Tangerang – Pemkab Tangerang membentuk perpustakaan berbasis inklusi di enam desa. Enam desa ini akan jadi percontohan untuk desa-desa lainnya.

Kabid Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tangerang, Masdiana menjelaskan, perpustakaan berbasis inklusi sosial tidak hanya menjadi pusat baca, melainkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi perpustakaan itu selama ini jadi pusat baca, sekarang bertransformasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dari literasi sehingga muncul kemandirian di masyarakat itu sendiri,” kata Masdiana, Selasa (6/8/2019).

Saat ini kata dia, sedang dilakukan pendampingan untuk melihat potensi yang dapat dibentuk dari keenam desa yang menjadi percontohan, yakni Desa Pesanggrahan, Desa Sodong, Desa Margasana, Desa Tobat, dan Desa Cangkudu.

“Kemudian mereka membutuhkan keahlian apa saja dan ini akan kami identifikasi permohonannya yang akan kita kerjasamakan dengan OPD lain,” ujarnya.

“Contoh mereka ingin ada kursus otomotif atau menjahit, 1 desa berapa orang yang mau, lalu kita petakan. Kami juga sudah koordinasi dengan Disnaker, jadi kami kerja samakan dengan leading sektornya,” tambah Masdiana.

Dengan perpustakaan berbasis inklusi sosial tersebut diharapkan, menempatkan perpustakaan sebagai institusi pelopor gerakan literasi untuk kesejahteraan, sehingga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

“Jadi indikator masyarakat cerdas bagi kami adalah memahami literasi sehingga masyarakat memiliki kemampuan dan berdaya secara mandiri maupun kemasyarakatannya,” jelasnya.(don/and)

Exit mobile version