Penjelasan Manajemen Persita soal Tiket yang Picu Aksi Boikot Suporter

Wakil Ketua LOC Persita Tangerang Eskop Apiandep.(don)

Kabupaten Tangerang – Komunitas suporter Persita Tangerang menyerukan aksi boikot saat Persita menjamu Persibat Batang, di Stadion Benteng Taruna, Tangerang, Selasa (2/7/2019).

Boikot sebagai bentuk protes suporter terhadap kebijakan manajemen yang dinilai memberatkan suporter yang akan sulit mendapat tiket.

Wakil Ketua LOC Persita Tangerang Eskop Apiandep justru menganggap persoalan tersebut hanya kesalahpahaman

“Jadi memang intinya ini hanya sebuah kesalahpahaman aja. Kemarin sebenarnya kami sudah sosialisasi, sudah beberapa kali sosialisasi mungkin ada penyampaian kami yang belum tersampaikan ke mereka,” kata Eskop, Selasa (2/7/2019).

Terkait mahalnya harga tiket, Eskop menyebut bahwa sudah terjadi kesepakatan sebelumnya dengan komunitas suporter. Namun, diakuinya terdapat miss komunikasi yang memicu aksi ratusan suporter di luar stadion saat pertandingan berlangsung.

“Intinya sebelumnya sudah ada kesepakatan. Karena kita ada miss komunikasi terjadilah boikot, tapi alhamdulillah sudah kami jelaskan terkait masalah spesial price di mana special price ini bisa didapat ketika mereka sudah mendaftarkan member Persita, jadi benefitnya mendapatkan special price,” papar Eskop.

Selain mahalnya harga tiket, sulitnya sistem pembelian online tiket pertandingan Persita juga menjadi salah satu hal yang dituntut suporter. Terkait hal itu, pihaknya tengah mengevaluasi.

“Kami masih transisi dari konvensional ke online, setiap kali pertandingan kami selalu evaluasi, apakah online ini efektif atau tidak atau konvensional yang efektif. Jadi selama masa transisi kami bikin dua online dan offline, offline kuota disesuaikan dari sisanya online, jadi yang diutamakan online dulu, tapi ke depan kami perbaiki lagi,” tutupnya.(don/and)

Exit mobile version