Kota Serang – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang rumahnya hancur diterjang tsunami di Kabupaten Pandeglang ditargetkan selesai pada Agustus 2019 mendatang.
“Targetnya Agustus sudah selesai sesaui scedhule. Pembangunan huntap tidak menunggu semua lahan siap, jadi langsung dibangun pada lahan yang sudah tersedia,” kata Kepala Dinas Perkim Provinsi Bangen, M. Yanuar, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (23/4/2019).
Huntap yang didanai BNPB nantinya diserahkan kepada masyarakat dengan sistem transfer ke kas daerah Pemkab Pandeglang. Dinas Perkim dan Kementerian PUPR akan mendampingi pekerjaan secara teknis, khususnya terkait penyusunan site plan dan pembangunanmga.
“Lahan yang sudah tersedia dalam rencana relokasi itu 10 lokasi, dan 2 di antaranya itu milik Pemkab Pandeglag. Sebenarnya 3 tapi 1 lokasi yang milik pemkab belum siap. Artinya, untuk mematangkan lahannya saja itu membutuhkan biaya Rp3 miliar, jadi jauh lebih mahal dari bangunannya,” terang Yuniar.
Pemprov Banten diminta menyiapkan lahan yang belum tersedia atau yang belum disediakan oleh Pemkab Pandeglang. Akan tetapi, Pemkab Pandeglang sampai saat ini belum menyiapkan Keputusan Bupati tentang calon lokasi lahan dari rencana relokasi tersebut.
Berdasarkan calon lokasi ini, Pemprov akan membebaskan agar pembangunan dapat segera dilakukan atau tidak memakan waktu dan proses yang lama. Terlebih, dengan adanya surat Meputusan Bupati, maka proses lainnya bisa cepat dilakukan.
“Dan sekarang kita sudah proses pendataan lahan-lahan yang akan dibebaskan oleh Pemprov Banten. Anggaran untuk pembebasan lahan sudah disiapkan oleh TAPD Rp11 miliar lebih atau maksimum Rp12 miliar,” tuturnya.
Dia menambahkan, untuk bangunannya sendiri, setiap 1 unit huntap berukuran 90 meter persegi dengan tipe 36 yang dialokasikan sebesar Rp50 juta untuk setiap bangunan.
“Pemprov dan pemkab sesuai keputusan rapat kemarin diminta segera menetapkan Keputusa Bupati terkait calon lahan rencana relokasi. Berdasarkan SK itu nanti kita bebaskan (lahannya), kan sudah beberapa kali di survei, dan kabupaten (Pandeglang) sudah tahu, anggaran sudah dirapatkan dengan TAPD dan koordinatornya Kepala BBWSC 3,” jelas Yanuar.(and)
