Mahasiswa Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan di Lebak

Kepala Bapenda Lebak Hari Setiono menemui mahasiswa yang memprotes kebijakan naiknya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).(and)

Kabupaten Lebak – Sejumlah mahasiswa dari Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Lebak, Senin (25/3/2019).

Mereka memprotes kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terkait dengan naiknya tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ditambah lagi, kenaikan tersebut tidak dibarengi dengan sosialisasi maksimal kepada masyarakat.

“Menurut pemerintah nilai itu kecil tetapi bagi masyarakat kecil itu sangat berat sekali,” kata korlap aksi Sahrul Gunawan dalam orasinya.

Baca Juga: Prilly Latuconsina Jadi Duta Pajak di Kota Tangerang

Kumala menilai kenaikan pajak sama halnya Pemkab Lebak tidak memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat tidak mampu karena pendapatannya yang tidak cukup menutupi kebutuhan sehari-hari.

“Kami mendesak Pemkab Lebak menarik kembali kebijakan itu agar tidak membebani rakyat miskin,” serunya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Lebak Hari Setiono mengatakan, tidak ada kenaikan tarif pajak. Ia mengatakan, hanya ada penyesuaian nilai bumi dan bangunan.

“Kalau tarif tetap, 0,1 persen untuk di bawah Rp1 miliar dan 0,2 persen di atas Rp2 miliar,” kata Hari.

Hari mempersilahkan masyarakat yang merasa tidak sesuai dengan kondisinya, mengajukan keberatan ke Bapenda.

“Kalau keberatan bisa turun bisa naik, karena akan kami nilai lagi secara individu,” pungkasnya.(and/aul)

Exit mobile version