Mahasiswa Gelar Teatrikal Sindir Pembelian Mobdin Mewah Bupati Pandeglang

Aksi teatrikal mahasiswa sebagai bentuk sindirian terhadap pembelian mobdin mewah Bupati Pandelang Irna Narulita.(Aep)

Pandeglang – Pembelian mobil dinas (mobdin) baru Bupati Pandeglang Irna Narulita terus menjadi sorotan.

Pasalnya, kebijakan tersebut dianggap mengecewakan bagi warga yang masih sulit mendapatkan akses jalan memadai dan pelayanan kesehatan yang terjangkau.

Salah satunya oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pandeglang yang menggelar aksi teatrikal di depan Setda Pandeglang, Rabu (13/3/2019).

Aksi tersebut bentuk sindiran terhadap pembelian mobdin yang terbilang mewah Toyota Land Cruiser Prado seharga Rp 1,9 miliar dari APBD 2018.

Aksi teatrikal menggambarkan kondisi ibu hamil harus ditandu karena sulit mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Kemudian infrastruktur jalan rusak.

Namun di satu sisi, bupati malah asyik menunggangi mobil dinas barunya di lintasan penuh lumpur. Mobil itu disimulasikan dalam bentuk imitasi dari anyaman bambu.

“Teatrikal ini menggambarkan kondisi sosial masyarakat di wilayah kampung Jeruk Desa Pasirlancar dan kampung Lebak, Desa Gembong kecamatan Sindangresmi. Di mana kondisinya sejak tahun 1980 jalan tersebut tidak mendapatkan perhatian sampai 2019,” kata Ketua PC IMM Pandeglang, Ahmad Fauzi.

“Ada yang prihatin kami pada saat ibu hamil yang berisiko tinggi harus ditandu mendapatkan pelayanan ke puskesmas, contohnya ibu Ramsah harus ditandu jam 2 malam dan kondisi itu berulang pada kasus Abah Tolib,” sambungnya.

Menurut dia, kebijakan tersebut dianggap aneh ketika APBD Pandeglang masih minim. Masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi, Pemkab Pandeglang malah mengeluarkan kebijakan yang tidak menggembirakan.

“Kami menilai menjadi sesuatu yang aneh pada saat APBD Pandeglang minim dan masih banyak kebutuhan masyarakat belum terpenuhi, malah mengeluarkan kebijakan yang mengecewakan,” tandasnya. (aep/aul)

Exit mobile version