Kota Tangerang – Belum adanya rumah sakit khusus yang melayani kanker di Provinsi Banten mendapat perhatian serius dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pasalnya, akibat belum adanya faslitas tersebut membuat penderita kanker usia anak-anak kian bertambah jumlahnya.
Dokter spesialis anak, dr. Rini Purnamasari mengatakan, penderita kanker usia anak-anak di Banten kian bertambah. Hal tersebut dapat dilihat dari pasca dibukanya layanan rujukan kanker di RSU Kabupaten Tangerang sejak September 2013 lalu jumlah anak yang dirujuk ke RS Harapan Kita dan RS Dharmais bertambah.
“Dari yang perhari 5-10 orang pasie se Banten setiap harinya sekarang mencapai 280 orang yang datang dan pernah dirawat di RSU Kabupaten Tangerang. Jumlah tersebut mencapai 40 % dari penderita kanker usia dewasa,” ucapnya ketika ditemui dicara TangCity World Cancer Day Charity 2019 yang diadakan di TangCity Mall, Tangerang, Sabtu (24/2/2019).
Rini menjelaskan, banyaknya jumlah anak penderita kanker yang tercatat disebabkan oleh aktifnya JKN dan kader yang merujuk pasien anak RSU Kabupaten Tangerang. Dimana penherita kanker pada usia anak – anak didominasi oleh leokimia (ALL).
“Kanker pada dewasa bisa dicegah karena penyebabnya adalah gaya hidup, tapi pada anak tidak bisa. Kalau berdasarkan penelitian penyebabnya dari zat kimia dan radiasi, ” tambahnya.
Rini mengaku sulit mendeteksi seorang anak menderita kanker. Namun gejalanya dapat dilihat dari wajah yang pucat dan kerap mengalami pendarahan seperti mimisan, gusi berdarah dan kulit membiru akibat trombosit menurun.
“Kita agak susah mendeteksi. Tau-tau datang sudah dalam kondisi perut sudah membesar dan wajahnya sudah pucat. Kalau bisa orang tua melihat akan sangat membantu,” imbuhnya.
Menindaklanjuti masalah tersebut ia meminta para orang tua untuk memperketat pengawasan apa yang dimakan oleh anaknya.
“Untuk para orang tua kurangi makanan yang mengandung zat berwarna, perasa dan berpengawet. Selain itu juga jangan jajan dipinggir jalan. Karena ada zat dari pembakaran bahan bakar kendaraan yang menempel dimakanan,” tambahnya.
Ketua Yayasan Amarylis Kirana Asep Ruswiadi menjelaskan, hingga saat ini tedapat 284 anak se Prov Banten menempati rumah singgah yang dikelola oleh yayasan.
“Yang paling banyak penderita Leokimia asal Kota dan Kabupaten Tangerang. Untuk di Kota Tangerang ada 112 anak dan 102 anak asal Kabupaten Tangerang,” ucapnya.
Dengan menempati rumah singgah, sambung Asep, pasien akan terbantu selama melakukan perawatan khususnya mengenai masalah transporasi dan makanan selama melakukan perawatan.
“kita tinggal ikuti saja hasil treatmet dari dokter kapan pasien tersebut akan melakukan perawatan,” tambahnya.
Fakhdian Pamungkas, Community Relation & Media Communication Tangcity Mall mengatakan, Tangcity World Cancer Day Charity diadakan dalam rangka memperingati 2 hari kanker sedunia, yaitu Hari Kanker Internasional pada 4 Februari, dan Hari Kanker Anak Internasional pada 15 Februari.
“Selain itu juga untuk berbagi kebahagiaan dan menghibur anak-anak pejuang kanker dan hemofilia, agar tetap semangat dan ceria dalam menjalani hari-harinya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga bekerjasama dengan Yayasan Amaryllis Kirana, RSU Kab. Tangerang, Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan didukung oleh beberapa komunitas, seperti Aku Badut Indonesia, dan Tangcity Dance Community.
(ger/nji)
