Kisah Anak Jalanan Dari Keluarga Berkecukupan

Kota Tangerang – Diusianya yang masih belia, Yulianda (16) lebih memilih untuk turun kejalan untuk bergabung dengan komunitas punk atau anak jalanan (Anjal). Berbagai atribut punk mulai dari anting – anting Pierching hingga tatto menghiasi tubuh mungilnya.

Yulianda yang mengaku bukan dari kalangan tidak mampu mengaku bahwa kedua orang tuanya yang telah bercerai tersebut memiliki penghasilan yang mencukupi.

“Ibu saya Guru di SDN Muara Tangerang udah jadi PNS, ayah saya buka usaha toko sembako,”kata Yulianda saat diamankan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang, Kamis (21/2/2019).

Ia beralasan, pasca perceraian kedua orangtuanya dirinya kerap kali menjadi pelampiasan kekesalan ayahnya lantaran dia mengaku dituding menjadi penyebab berpisahnya kedua orang tuanya, sehingga ia lebih memilih meninggalkan rumah ketimbang harus menerima makian dari orangtuanya tersebut.

“Saya dulu sekolah sampai SMP, pas lulus ayah bercerai, abis gitu saya terus menjadi pelampiasan kekesalan ayah, setiap kali bikin salah ayah marahnya bukan main,” jelas Yulianda.

Ia mengaku, dengan turun kejalan dengan mengamen dirinya menemukan kedamaian. Kendati disetiap harinya harus bergulat dengan keadaan, mulai dari operasi Satpol PP hingga tangan tangan jahil yang mencoba melakukan pelecehan seksual kepadanya.

“Saya setiap hari bisa dapat 70 ribu, kalau lagi rame bisa dapat 150ribu abis buat makan, beli rajawali, sama kebutuhan sehari – hari aja;” tuturnya.

Sebagai perempuan, Ia tidak memungkiri, disetiap malam selalu saja teman lelaki seprofesinya yang mencoba melecehkannya saat dirinya berisitirahat.

“Tiap malem itumah, cuma saya ngakali dengan memakai soptek yang sudah dikasih obat merah, jadi pas mereka perosotin celana saya dan liat soptek jadi ngga jadi,” ucapnya.

Ia mengaku tidak pernah sedikitpun terbesit keinginannya untuk kembali pulang lantaran ia khawatir akan kembali menjadi bahan pelampiasan kemarahan orangtuanya.

“Ngga mau pulang, ngapain pulang juga cuma diomelin doang mendingan disini cari duit sendiri, cari makan sendiri,” imbuhnya

Meski demikian, ia mengaku saat menemui kendala dan masalah dijalan dirinya merasa rindu dengan sosok ibu yang telah membesarkannya.

“Kangen sama ibu kalau ketangkep gini, rasanya mau nangis aja tapi ya percuma,” pungkasnya.

Sementara itu A. Ghufron Falfeli kepala bidang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat pada SatpolPP kota tangerang menjelaskan, Yulianda diamankan bersama enam anak jalanan lainnya saat patroli yang rutin digelar disetiap harinya.

“Mereka kami amankan dibeberapa titik lampu merah yang sering kali dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengaku, tujuh anak jalanan yang diamankan tersebut seringkali memaksa dalam menjalankan aksinya bahkan tidak jarang mereka mengancam para pengguna jalan. “Saat diamankan tercium aroma alkohol yang sangat kuat,” katanya.

Ia menambahkan, anak jalanan yang diamankan tersebut selanjutnya dikirim ke dinas sosial untuk diberikan pembinaan menyeluruh.

“Dari data yang kami miliki, mereka yang diamankan telah lebih dari sekali, sehingga kami terpaksa mengirim mereka ke dinas sosial untuk diberikan pembinaan,” tutupnya. (ahmad/aul)

Exit mobile version