Kembali Mangkir dari Panggilan Bawaslu, Irna Narulita: Mau Ngapain Saya Kesana?

Pandeglang – Bupati Pandeglang, Irna Narulita kembali mangkir dari panggilan Bawaslu Pandeglang untuk memenuhi undangan klarifikasi terkait dugaan kelalaian dalam melakukan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga tidak netral.

Irna menegaskan, surat klarifikasi yang dikirimnya ke Bawaslu dirasa lebih dari cukup. Maka dari itulah dia tidak bakal menghadiri undangan kedua kalinya dari Bawaslu.

“Ibu membuat surat, surat klarifikasi ke Bawaslu. Rasanya sudah lebih dari cukup. Saya bingung, kepala dinas pekerjaannya banyak, begitu juga camat. Dan yang dimintai klarifikasi masih sumir, tafsir, melebihi BAP di kepolisian. Bukanya saya tidak menghargai lembaga tersebut (Bawaslu), ya mbo ngerti,” ungkap Irna dengan nada bicara tinggi di Pendopo Bupati, Jumat (15/2/2018).

Selain menganggap surat yang dilayangkannya cukup, ia juga menganggap perihal netralitas sudah disampaikan kepihak Bawaslu bahwa pihaknya sudah membuat surat edaran (SE) Bupati, dan bahkan katanya ASN sudah dilakukan pembinaan. SE itu juga dianggapnya tidak main-main, karena ada pasal Undang-Undang ASN.

“Jadi saya fikir, saya hargai itikad baik semua. Tetapi kalau memang perlu saya klarifikasi dengan surat, cukup lah, mau ngapain saya kesana. Kalau beliau (Bawaslu) mau, suruh kesini dan mudah-mudahan beliau kesini,”tegas Irna.

“Bukan saya merasa terganggu, lah aku ditanya opo? masalah klarifikasi netralisasi kan sudah dibuatkan suratnya. Kalau anda ingin bertanya, langsung the point ke pulan bin pulan, lah ko ke bupati,” sambung Irna kembali dengan nada tinggi.

Saat ini menurutnya, banyak oknum-oknum yang sengaja menghubunginya dan bertanya-tanya sambil becanda dengan ujungnya di rekam. Setelah direkam ungkap dia, ada kalimat yang dipotong-potong hingga membuat gaduh.

“Banyak oknum, telepon sambil nyelok direkam. Saya tau orangnya, dia (Irna enggan menyebutkan namanya) anak saya. Tapi saya tau itu anak ko modus, pingin buat gaduh. Saya maafin saja, ada untungnya gak itu anak, karena tidak ada kesalahan,” tandasnya.

Undangan klarifikasi Irna sebagai terlapor untuk dimintai keterangan dalam kapasitas sebagai pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga adanya keterlibatan ASN dalam agenda politik yang dilaporkan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Laporan PMII terkait rapat yang diselenggarakan oleh Dindikbud Pandeglang bersama para sejumlah koordinator Wilayah Disdikbud se-kabupaten Pandeglang dan ketua PGRI Kecamatan disalah satu hotel di Kabupaten Pandeglang dengan menghadirkan Caleg DPR RI Dapil Pandeglang Lebak dari PKS Ahmad Dimyati Natakusumah, ia adalah suami dari Bupati Irna. (aep/aul)

Exit mobile version