Pengunjung Festival Cisadane Keluhkan Tarif dan Lokasi Parkir

Kota Tangerang – Pembukaan Festival Cisadane yang berlangsung meriah diwarnai tarif parkir yang mahal dan tidak jelas.

Pasalnya, beberapa pengunjung mengalami hal yang tidak mengenakkan saat parkir untuk mengunjungi Festival Cisadane 2018 di Jalan Benteng Jaya, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Tarif parkir dikawasan festival Cisadane dikeluhkan warga yang saat itu berkunjung ke festival yang rutin digelar ditiap tahunnya tersebut.

Salah satunya Laras (35), salah seorang pengunjung festival tahunan tersebut mengaku kaget dengan tarif parkir yang dipatok oleh salah seorang juru parkir kawasan tersebut.

“Saya tadi parkir, dikasih karcis harganya Rp. 2.000, tapi begitu pulang dimintainnya Rp. 5.000, mahal banget,” ujar salah satu pegawai di Mall di Kota Tangerang tersebut, Senin (27/8/2018).

Padahal, lanjut Laras, dari papan yang tertera kendaraan roda dua yang dibawanya hanya berkewajiban membayar Rp. 1.000 sesuai peraturan daerah Kota Tangerang.

“Plang nya padahal cuma seribu, karcis yang saya dapatkan Rp 2.000 tapi kenyataannya malah bayar Rp. 5.000, ini mana yang bener?,” ujarnya.

Selain itu, pengunjung lainnya, Novi (23)
pun mengeluhkan tidak adanya informasi dan penertiban parkir yang ada di Festival Cisadane.

Terlebih, pihak Dinas Perhubungan yang seharusnya menjadi pengatur perparkiran malah terkesan arogan dan cuek.

“Saya engga tahu ya yang boleh parkir mana yang engga mana, tadi mau parkir aja harus diomelin dulu, udah gitu engga dikasih tahu dimana saya bisa parkir, cuma bilang disana disana saja,” ujar mahasiswi salah satu universitas di Kota Tangerang tersebut.

Ia pun mempertanyakan jargon Kota Layak Dikunjungi milik Pemerintah Kota Tangerang jika aparat pemerintah Kota Tangerang yang seharusnya menjadi penunjuk arah dan pengayom masyarakat malah bersikap tidak baik kepada masyarakat itu sendiri.

“Katanya layak dikunjungi, kok saya cuma tanya perihal papan parkir dan karcis parkir apakah legal mereka pake ngotot, mereka minta uang parkir apa malak, petugas Dishub nya juga pake ngotot bukannya jadi penegak aturan,” ujar warga Neglasari, Kota Tangerang tersebut. (akim/nji)

Exit mobile version