Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Uncategorized

Lebih dekat dengan Thomas Utomo

Suara Nusantara by Suara Nusantara
12 March 2018
in Uncategorized
Reading Time: 3 mins read
A A
Thomas Utomo dan Thomas Sam Jung Hong, siswa Saint Paul, Seremban, Malaysia (Foto: Dok. Pribadi)

Thomas Utomo dan Thomas Sam Jung Hong, siswa Saint Paul, Seremban, Malaysia (Foto: Dok. Pribadi)

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Thomas Utomo dan Thomas Sam Jung Hong, seorang siswa Saint Paul, di kawasan Seremban, Malaysia (Foto: Dok. Pribadi)

Purbalingga – SuaraNusantara

Menulis adalah cara terbaik untuk merawat dan mewariskan kenangan, juga sebagai jalan untuk melepas ketegangan dan keruwetan pikiran maupun perasaan.

Demikian dikatakan Thomas Utomo yang akrab disapa dengan panggilan Totok, di kediamannya, di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, Senin (12/3/2018).

BACAJUGA

Teddy Minahasa Sang Jenderal dengan Harta yang Melimpah

Foto Lawas Ferdy Sambo Beredar, Pantas Putri Kepincut

Setidaknya, Totok membuktikan hal tersebut ketika ayahnya -Purwotri Hadi Saputro- meninggal beberapa tahun lalu. Di tengah dera kesedihan, Totok justru terdorong untuk menuliskan segala kecamuk perasaan dan pikiran dalam bentuk coretan di kertas.

“Usainya, saya merasa plong dan justru mendapat kekuatan baru. Sejak itu, saya selalu yakin bahwa menulis adalah upaya terapi diri dari keruwetan hidup,” katanya.

Totok juga percaya bahwa menulis adalah cara lain untuk berkomunikasi dengan banyak orang, tanpa perlu berhadapan. Sebagai pribadi yang agak introvert, Totok mengaku cenderung malu dan sukar untuk bercakap dengan banyak orang.

“Tapi dengan menulis, saya merasa lebih leluasa menyampaikan isi kepala dan hati kepada orang lain, tanpa merasa segan atau malu,” ujarnya.

Beragam tulisan berupa artikel, novel dan cerpen telah dihasilkan oleh pria kelahiran Banyumas, 1 Juni 1988 ini. Tema keluarga bernuansa Jawa, serta cerita keseharian di sekolah yang berangkat dari pengalaman anak-anak maupun guru, mendominasi tulisannya. Untuk pemilihan tema ini, Totok punya alasan sendiri.

“Keluarga merupakan masyarakat paling kecil, namun punya peran besar bagi perkembangan manusia. Belakangan, setelah menjadi kepala keluarga, saya sadar betapa pentingnya peran keluarga bagi pembentukan kepribadian untuk bekal mengarungi hidup masa depan. Nuansa Jawa, karena saya lahir dan besar dalam kultur masyarakat Jawa. Menulis tentang keluarga dengan disisipi nuansa Jawa membuat saya merasa berada dalam rumah sendiri, rasanya nyaman dan kerasan (betah),” katanya.

Adapun mengenai cerita keseharian di sekolah sebagai tema yang juga sering diusung, lantaran dalam kehidupan sehari-hari, Totok berprofesi sebagai guru di Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Purwokerto, yang berjarak belasan kilometer dari Kabupaten Purbalingga.

Beberapa hasil karya Totok yang telah diterbitkan sebagai buku, antara lain Catatan dari Balik Jendela Sekolah (memoar, Elex Media Komputindo, 2015), Hikayat Tanah Beraroma Rempah (kumpulan cerpen, Pustaka Puitika, 2015), Misteri Nenek Pemuntah Darah (kumpulan cerpen anak, Pro U Media, 2016), Aku Bukan Gay (kumpulan cerpen, Loka Media, 2016), Lepas Rasa (kumpulan cerpen, Loka Media, 2017), dan Cerita dari Asrama Tentara (novel anak, Bitread, 2017).

Untuk karya bersama berupa antologi, coretan Totok terhimpun dalam Creative Writing (kumpulan tulisan fiksi dan nonfiksi tentang sastra, STAIN Press, 2013) dan Bunga Rampai Pemenang Lomba Karya Tulis Fiksi SD (kumpulan cerpen anak, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, 2017).

Berbagai esainya juga bertebaran di media massa, seperti artikel tentang masalah gizi dan kesehatan. Totok pernah pula menyabet Juara I Lomba Karya Tulis Fiksi dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas tahun 2017.

Warisan Orangtua

Memiliki orangtua yang gemar membaca, membuat Totok mendapat warisan spesial, bukan harta benda, melainkan hobi membaca. “Saya tumbuh dalam keluarga yang gemar membaca. Bapak dan ibu, sama-sama suka baca koran, tabloid, majalah, dan novel. Mereka sering menghadiahi saya majalah, komik, kumpulan cerita rakyat, kumpulan cerita wayang, atau buku pengetahuan umum semacam buku sejarah dan sains,” tutur Totok.

Selain membanjiri Totok dengan hadiah bahan bacaan, sang ibu -Susmiyati- juga kerap berkisah tentang pengalaman masa lalu, riwayat keluarga, dan cerita-cerita yang sudah atau sedang dibaca. Dengan segudang bahan cerita yang tertanam di benaknya, lambat laun Totok berpikir, alangkah menariknya jika dia juga membuat cerita seperti itu.

Totok pun mulai mencoba untuk menulis. Tapi tidak mudah ternyata, karena menulis membutuhkan ketekunan, kekayaan pengetahuan, penguasaan kosakata, kejelian mengatur diksi, dan sebagainya. Kendati begitu, dia merasa tertantang untuk melakoninya.

“Awalnya, saya menulis pakai tangan. Kemudian dikirim ke sejumlah media. Tulisan itu berupa cerpen dan artikel. Alhamdulillah, ada yang dimuat, meski banyak juga yang ditolak. Saya juga pernah mengirim banyak tulisan yang ditulis dengan mesin ketik. Cukup banyak yang dimuat. Kalau sekarang, ya kirimnya dalam bentuk soft file yang diketik pakai komputer,” katanya.

Untuk urusan suka duka sebagai penulis, Totok mengaku lebih banyak sukanya. “Sukanya ketika sudah selesai menulis, saya merasa berhasil mengalahkan diri sendiri. Berhasil menaklukkan rasa malas, mengalahkan rasa enggan, ide macet, dan rasa tidak percaya diri,” katanya.

Suka berikutnya ketika tulisannya dimuat di media massa. Setiap kali ada tulisan yang dimuat, entah apapun jenisnya, Totok selalu merasa lega. “Rasa suka lainnya adalah ketika ada yang mengapresiasi tulisan saya, entah berupa kritik maupun saran perbaikan,” katanya.

Namun dibanding mendapat pujian, Totok mengaku lebih senang dapat kritikan, karena dari kritik tersebut dia bisa memperbaiki diri. “Tapi saya tetap mengucapkan terima kasih pada orang-orang atau pembaca yang sudah melantunkan pujian maupun kritik,” katanya.

Sementara kalau bicara duka, adalah ketika tulisannya ditolak oleh media massa. Saat baru merintis karir sebagai penulis, Totok sampai frustasi karena hal itu, sampai-sampai sempat tidak mau menulis lagi.

“Lama-lama, dengan berubahnya waktu dan usia serta pengalaman hidup, kalau tulisan saya ditolak, saya cuma kecewa dan beberapa saat kemudian sembuh. Esoknya, nulis lagi,” katanya tertawa.

Meski tidak terlalu menghiraukan soal honorarium, Totok mengakui bila profesi sebagai penulis dapat dijadikan sebagai mata pencaharian utama. Menurut alumni Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini, ada tiga hal yang harus dijalankan bila ingin menjadikan profesi penulis sebagai penghasilan utama, yaitu tekun, produktif, dan marketable.

“Tulisan kita harus marketable, supaya mudah diserap pasar. Saya melihat sendiri ada beberapa kenalan yang benar-benar hidup hanya dengan mengandalkan honorarium dari menulis,” katanya seraya menyebut beberapa nama. (eka)

 

Tags: Sosok

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat
Uncategorized

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

by Defa
15 February 2024

SuaraNusantara.com - Sembilan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)...

ilustrasi Stress dalam pekerjaan (Dok. Istock)
Kesehatan

Atasi Stres Kerja dengan Mudah: Strategi Ampuh yang Bisa Dicoba Hari Ini

by Feri Spt
12 February 2024

Suaranusantara.com  - Stres di tempat kerja dapat menjadi masalah...

Ganjar Pranowo kampanye di Kaltim (Dok PDIP)

Kampanye di Kaltim, Ganjar Singgung Krisis Pelanggaran Jelang Pemilu 2024

7 February 2024
Tom Lembong saat live TikTok bersama Cawapres 01 Anies Baswedan, Sabtu 6 Januari 2024.(instagram)

Anies Baswedan dan Tom Lembong Live TikTok, Ungkap Rahasia Awet Muda

7 January 2024
tugu-yogyakarta(freepek)

4 Wisata Tersembunyi di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi

22 December 2023
Dolar

Kurs Rupiah di Bank BCA hingga CIMB Niaga, Yuk Simak Ulasannya Hari ini

4 December 2023

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Usai Unggul Suara Di Quick Count, Gibran Ingin Segera Sowan ke Paslon 1 dan 3

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap menjadi jendela menuju dunia lain. Dari kisah-kisah yang...

Tips Sukses(freepek)

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

6 March 2024
Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In