
Subang-SuaraNusantara
Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur yang terkenal dengan sebutan Tanjakan Emen, Sabtu (10/2/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Bus Pariwisata menabrak sepeda motor. Meski lawannya hanya sebuah sepeda motor, namun bus terguling hingga korban tewas dan lukapun berjatuhan.
Tanjakan Emen di Jalan Raya Subang-Bandung via Ciater, tepatnya di Kampung Cicenang, Desa/Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, memang dikenal sebagai jalur maut yang kerap meminta korban. Banyak orang percaya tanjakan ini angker.
Menurut saksi mata, bus pariwisata bernomor polisi F 7959 AA datang dari arah Bandung menuju Subang. Setibanya di lokasi kejadian, diduga bus mengalami rem blong sehingga lajunya menjadi tak terkendali. Setelah menabrak sepeda motor di depannya, bus oleng ke kiri dan menabrak tebing dan terguling.
Saat berita ini diturunkan, korban yang meninggal dibawa dengan mobil Dokkes Polres Subang dan ambulan Puskesmas Jalan Cagak ke RSUD Subang. “Tapi yang luka-luka dibawa ke Puskesmas Jalan Cagak. Mungkin karena puskesmas itu kan deket sini, jadi barangkali supaya korban yang luka bisa cepet dapat pertolongan,” tutur Iwa (31) seorang warga kepada kontributor SuaraNusantara.
Sejauh ini belum dapat dipastikan berapa korban tewas dan luka-luka. Namun menurut keterangan saksi mata, sedikitnya 10 orang tewas di tempat, termasuk si pengendara sepeda motor. Diduga pula 2 orang masih ada yang tergencet di dalam bus.
Namun menurut Kapolres Subang AKBP M Jhoni, korban tewas sudah mencapai 14 orang. Tapi pihaknya belum bisa memastikan apakah 14 korban tersebut seluruhnya penumpang bus atau bukan.
Menurut Kapolres, rombongan bus mayoritas adalah ibu-ibu anggota koperasi simpan pinjam Permata, Ciputat, Tangerang Selatan yang habis berwisata ke Gunung Tangkuban Parahu. Seluruhnya ada 3 unit bus, namun setibanya di lokasi, salah satu bus mengalami kecelakaan.
Kontributor: Dedah