Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Laporan

Menyambut Ledakan Tenaga Kerja 2018 di Sumatera Utara

Suara Nusantara by Suara Nusantara
8 February 2018
in Laporan
Reading Time: 2 mins read
A A
1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Imran Machdani Zega, SST

 

Tahun 2018 telah tiba. Berbagai persoalan kependudukan siap menyambut.

BACAJUGA

Pemuda 17 Tahun Diduga Bakar Istrinya Yang Berusia 16 Tahun di Langkat, Sumatera Utara

Blusukan di Sumut, Jokowi Sebut Harga Sembako di Jawa Lebih Mahal

Menjadi pertanyaan, siapkah kita menyambutnya?

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan penduduk Sumatera Utara saat ini sekitar 14,26 juta jiwa. Dari sisi tenaga kerja, sekitar 64,15 persen penduduknya merupakan usia produktif (usia kerja), yaitu penduduk yang berusia 15 hingga 64 tahun, sedangkan 35,85 persen sisanya berusia non-produktif (bukan usia kerja), yaitu penduduk dalam kelompok usia 0 hingga 14 tahun serta usia 65 tahun keatas.

Informasi demografi lain dapat diperhatikan dari Rasio Ketergantungan (RK), yaitu indikator yang menunjukkan perbandingan antara penduduk usia non-produktif terhadap penduduk usia produktif. Angka RK Sumatera Utara saat ini sebesar 55,88 persen, artinya setiap 100 penduduk usia produktif menanggung secara ekonomis sekitar 56 penduduk bukan usia kerja (anak-anak dan lansia).

Apabila dibandingkan dengan kondisi beberapa dekade sebelumnya, tampak bahwa RK saat ini jauh lebih baik. Hal ini disebabkan karena jumlah tanggungan penduduk usia kerja saat ini jauh lebih kecil dibandingkan keadaan pada masa lampau, yaitu 82 orang pada tahun 1990, berkurang menjadi 64 orang pada tahun 2000, dan selanjutnya berkurang menjadi 58 orang pada tahun 2010.

Menurut proyeksi BPS, angka RK Sumut ini akan terus menurun di setiap tahunnya hingga mencapai puncaknya pada periode tahun 2035 dengan angka RK sekitar 50,8 persen. Setelah itu, angka RK akan kembali naik seiring dengan bertambahnya penduduk usia tua.

Secara teori, menurunnya angka RK pada setiap tahun disebabkan karena terjadinya peningkatan jumlah penduduk usia kerja yang diikuti pula oleh berkurangnya jumlah penduduk bukan usia kerja setiap tahunnya, Salah satu penyebab turunnya jumlah penduduk bukan usia kerja (khususnya anak-anak) dikarenakan berkurangnya jumlah anak yang dilahirkan hidup oleh seorang ibu. Hal ini dapat diketahui melalui Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) yang dihitung dengan menggunakan metode anak kandung (own children).

Hasil Sensus Penduduk (SP) 1971 menunjukkan bahwa wanita di Sumatera Utara pada saat itu secara rata-rata akan melahirkan 7 anak selama masa reproduksinya (TFR=7,195). Angka ini merupakan angka TFR tertinggi yang pernah dicatat oleh BPS. Selanjutnya angka ini terus menurun, yaitu 5,935 pada hasil SP1980 dan 3,096 pada hasil SP2000.

Saat ini, angka TFR mengalami penurunan dimana secara rata-rata seorang ibu akan melahirkan anak sebanyak 2 sampai 3 orang saja (TFR=2,791). Bahkan pada tahun 2032, diprediksi seorang ibu cenderung rata-rata akan melahirkan anak sebanyak 2 orang anak saja (TFR=2,240). Salah satu hal yang menyebabkan turunnya angka TFR ini adalah adanya upaya pengendalian jumlah penduduk, baik melalui program pemerintah maupun kesadaran dalam keluarga untuk membatasi jumlah kelahiran pada era modern ini.

Terjadinya pola peningkatan jumlah penduduk usia kerja dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa pada tahun 2018 ini Sumut akan mengalami fenomena ledakan tenaga kerja yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Pada dasarnya ledakan atau peristiwa melimpahnya tenaga kerja ini dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan bagi perekonomian bangsa. Hal ini disebabkan karena kegiatan ekonomi akan lebih banyak didominasi oleh penduduk usia kerja yang tentunya lebih inovatif dan kreatif.

Kelompok ini merupakan faktor pendorong bagi tumbuhkembangnya sektor-sektor perekonomian, baik yang berbasis pada sumber daya alam ataupun jasa, baik sektor formal maupun informal. Dampak baiknya adalah angkatan kerja yang produktif dapat memberikan suntikan modal yang signifikan bagi mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, sebuah cita (visi) yang tengah diusung oleh pemerintah.

Namun demikian, jika fenomena melimpahnya penduduk tenaga kerja ini tidak dapat dioptimalkan dengan baik, bisa jadi bukan menimbulkan keuntungan, tetapi justru akan menimbulkan masalah besar bagi bangsa dan negara. Ledakan jumlah tenaga kerja usia produktif yang tidak dibarengi oleh ketersediaan lapangan kerja, tentu akan berdampak pada terjadinya pengangguran yang besar dan akan menjadi beban negara. Akibatnya masalah-masalah sosial seperti kemiskinan dan kriminalitas bisa berkembang dengan pesat.

Menyikapi hal tersebut, maka peran pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan dan penentu program-program pembangunan sangat penting disini, khususnya bagi pemimpin baru yang akan mulai menjabat pasca momen pilkada pertengahan tahun 2018 ini. Kesempatan serta lapangan kerja perlu disediakan seluas-luasnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah produktifitas penduduk usia kerja agar dapat mengembangkan perekonomian daerah. Kelompok ini perlu memperoleh kemudahan akses pendidikan dan pelatihan, sehingga keterampilan yang diperoleh dari pendidikan dan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di dunia kerja.

Selain itu, pemerintah daerah diharapkan menyiapkan penduduk yang akan memasuki usia kerja (khususnya pelajar SMA dan SMK) supaya memiliki kemampuan dan kompetensi yang tinggi, seperti yang dipersyaratkan dalam pasar tenaga kerja. Memang untuk melakukan hal tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Sebaik apapun program-program pemerintah, tentu tidak akan berjalan dengan optimal tanpa dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, pengusaha, swasta, dan utamanya masyarakat itu sendiri.

Siapkah kita menyambut fenomena ini?

Imran Machdani Zega, SST adalah Statistisi Ahli Pertama di BPS Kota Gunungsitoli. Dia dapat dihubungi di E-mail: imran.zega@gmail.com

 

Tags: KolomLedakan Tenaga Kerja 2018Sumatera Utara

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

ASDP Gilimanuk
Laporan

ASDP Fokus Layani Kendaraan Penumpang di Lintas Ketapang-Gilimanuk

by Sari
27 December 2023

SuaraNusantara.com-PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memaksimalkan layanan operasional...

Pantau arus lalu lintas mudik lebaran 2023 di tol cikampek (Instagram/@jabodetabekid)
Laporan

Kepadatan Lalu Lintas di Tol Jagorawi dan Tangerang Arah Jakarta Pagi Ini

by Sari
27 December 2023

SuaraNusantara.com-Lalu lintas di sejumlah ruas tol arah Jakarta pagi...

tol_jagorawi(inews.id)

One Way Tol Cipali Ditunda, Contraflow Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek

27 December 2023
ilustrasi hujan deras (foto : istockphoto.com)

Waspada, Bogor Hari ini Akan Diguyur Hujan Disertai dengan Petir

2 November 2023
Ilustrasi prediksi cuaca (Dok Ist)

Prakiraan Cuaca Tangerang untuk Kamis 2 November 2023: Sebagian Besar Hari dengan Cuaca Cerah Berawan

2 November 2023
Ilustrasi cuaca (ist)

Prakiraan Cuaca Depok untuk Hari Kamis 2 November 2023: Petir dan Hujan Ringan Tengah Hari

2 November 2023

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap menjadi jendela menuju dunia lain. Dari kisah-kisah yang...

Tips Sukses(freepek)

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

6 March 2024
Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In