Inilah Sosok di Balik Badut Berkostum Burung Beo Nias di Halaman KPU Sumut

Elplahara dan Daulat Simanjuntak, dua tokoh badut maskot KPU Sumut seusai istirahat makan siang di KPU Sumut (Foto: Tribun Medan/Royandi)

Jakarta-SuaraNusantara

Bila anda masuk ke halaman gedung KPU Sumatra Utara, anda akan disambut dua badut berkostum burung Beo Nias. Keduanya terlihat sangat lihai mengerakkan tubuhnya untuk menghibur warga di Halaman KPU Sumut.

Di balik kostum badut yang lucu ini, ternyata ada dua lelaki bernama Elprahara (51) dan Daulat Simanjutak (45), Warga Kampung Durian, Kecamatan Medan Timur. Keduanya rela panas-panasan, terbungkus dalam kostum badut.

Keduanya pun ternyata tidak bisa duduk untuk beristirahat, karena kostum badutnya tidak mendukung untuk duduk.

“Namanya mencari rezeki halal, yah kami sudah siap capek dan panas-panasan seperti ini. Semua kerjaan yang halal, harus dijalani dengan ikhlas,” ujar Elplahara, di sela-sela istirahat makan siangnya, Selasa (9/1/2018), dilansir tribunnews.com.

Meski sangat melelahkan, namun keduanya mengaku senang bisa menjadi badut. Bahkan keduanya berterima kasih kepada KPU Sumut yang memilih mereka menjadi badut dalam maskot Pilgub Sumut.

“Yang mengajak kami orang KPU sini. Senang mereka bisa mengajak kami jadi badut,” ujar Daulat Simanjuntak.

Untuk perannya sebagai badut burung Beo Nias yang menjadi maskot Pilgub Sumut 2018 ini, mereka mendapatkan honor Rp 100 ribu/hari.

Semua yang menghasilkan dan halal saya kerjakan. Inilah dapat rezeki jadi badut di Sini. Mudah-mudahan terus bisa dapat rezeki seperti ini,” ujar Daulat Simanjuntak.

Penulis: Cipto

Exit mobile version