Arab Saudi Berantas Korupsi, 11 Pangeran dan 4 Menteri Ditangkap

Pangeran Alwaleed Bin Talal (Foto: Reuters)

Jakarta-SuaraNusantara

Kerajaan Arab Saudi gerah dengan merajalelanya praktek korupsi di pemerintahan. Sebuah komite anti korupsi pun dibentuk. Hasilnya, 11 pangeran, 4 menteri, dan puluhan mantan menteri ditangkap karena terindikasi menggerogoti uang negara.

Penangkapan terhadap seluruh terduga koruptor dilakukan serentak Minggu (5/11/2017) kemarin. Dunia pun kaget karena selama ini Arab Saudi sangat jauh dari pemberitaan masalah korupsi.

Apalagi komisi anti korupsi yang  diketuai Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, baru dibentuk pada Sabtu (4/11/2017). Sehingga terkesan pihak kerajaan dari jauh-jauh hari sudah menetapkan siapa saja yang bakal diciduk.

Komite anti korupsi memang diberi wewenang luas untuk menyelidiki kasus korupsi, mengeluarkan surat perintah penangkapan dan pembatasan perjalanan, serta membekukan aset.

“Tanah air tidak akan ada kecuali korupsi dibasmi dan koruptor diminta pertanggungjawaban,” ujar penguasa Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz, dalam surat keputusannya yang dilansir Al-Arabiya, Sabtu (4/11/2017).

Selain menahan sejumlah pangeran, dua menteri lainnya telah dipecat dari jabatannya. Pangeran Miteb bin Abdullah, tersingkir setelah posisinya sebagai pemimpin Garda Nasional (pasukan keamanan internal elite Arab Saudi) dan digantikan oleh Khaled bin Ayyaf . Sementara, Menteri Perekonomian Adel Fakieh digantikan oleh wakilnya, Muhammad al-Tuwaijri.

Komite antikorupsi juga dikabarkan akan mengusut kembali sejumlah kasus korupsi di Arab Saudi. Pangeran Muhammad mengumumkan akan membuka kembali kasus banjir Jeddah tahun 2009 yang menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal. Komisi juga akan menyelidiki wabah virus korona yang juga dikenal sebagai sindrom pernapasan timur tengah (MERS) pada 2012.

Miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal menjadi satu dari 11 pangeran yang ditahan. Pangeran berjuluk ‘Raja Hollywood-nya Saudi’ yang sahamnya bertebaran di  Twitter, Apple, Rupert Murdoch’s News Corporation, Citigroup, jaringan hotel Four Seasons, dan Lyft ini pernah berwisata ke Indonesia pada Mei silam bersama rombongan Raja Salman.

Berikut daftar nama pangeran dan menteri yang ditahan:

Pangeran Alwaleed bin Talal, Pemilik holding Kerajaan Saudi
Pangeran Miteb bin Abdullah, Menteri Garda Nasional
Pangeran Turki bin Abdullah, Mantan Gubernur Riyadh
Pangeran Turki bin Nasser, Mantan kepala Departemen Meteorologi dan Lingkungan Hidup
Pangeran Fahad bin Abdullah, Mantan Deputi Menteri Pertahanan
Khalid al-Tuwaijiri, Mantan kepala Rumah Tangga Kerajaan
Adel Fakeih, Menteri Perekonomian dan Perencanaan
Ibrahim al-Assaf, Mantan Menteri Keuangan
Abdullah al-Sultan, Komandan Angkatan Laut Arab Saudi
Bakr bin Ladin, Pemilik Saudi Bin Ladin Group
Mohammad al-Tobaishi, Mantan protokoler Rumah Tangga Kerajaan
Amr al-Dabbagh, Mantan gubernur Otoritas Investasi Saudi
Alwaleed al-Ibrahim, Pemilik jaringan televisi MBC
Khalid al-Mulheim, Mantan dirjen Saudi Arabian Airlines
Saoud al-Daweesh, Mantan CEO Saudi Telecom
Saleh Kamel, Pengusaha
Mohammad al-Amoudi, Pengusaha

Penulis: Yon K

 

Exit mobile version