Alexis Rumahkan Seribu Karyawan

Foto: Net

Jakarta-SuaraNusantara

Hiruk pikuk keseharian di Hotel Alexis, Jalan RE Martadinata, Ancol, Jakarta Utara, hingga Senin (30/10/2017) malam kemarin masih terlihat. Pantauan wartawan, puluhan kendaraan pribadi dan taksi terlihat keluar masuk di sana. Namun sejak Selasa hari ini, aktivitas Alexis dihentikan untuk sementara.

Pihak Alexis sendiri tidak menunjukkan sikap sebagai pihak yang menjadi korban penutupan. Justru sebaliknya mereka memperlihatkan semangat untuk melakukan penataan manajemen demi memperbaiki stigma negatif yang melekat selama ini.

“Saat ini stigma yang terbentuk terkait nama Alexis diidentikkan dengan tempat yang kurang baik. Oleh karena hal tersebut kami akan berbenah dan melakukan penataan manajemen agar dapat keluar dari stigma tersebut,” kata Lina Novita, Staf Legal dan Juru Bicara Alexis, di Hotel Alexis, Ancol, Jakarta Utara pada Selasa (30/10/2017).

Dari pernyataan tersebut, jelas tersirat nada opitimisme manajemen Alexis bahwa hotel tempat mereka bernaung tidak akan ditutup, namun akan terus dibuka dengan sejumlah perbaikan. Meski begitu, manajemen mengaku sejak Selasa hari ini telah menghentikan aktivitas di hotel tersebut.

“Untuk menghargai keputusan Dinas PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Red), saat ini kami menghentikan semua kegiatan jadi ya tidak ada yang bertugas,” kata Lina.

Pihak Alexis mengatakan, mereka bersedia melakukan pembenahan. Pihak alexis pun berharap tidak perlu melakukan gugatan ke Pemda DKI Jakarta dan masalah ini bisa segera diselesaikan dengan baik.

Saat ini, menyusul dihentikannya aktivitas, manajemen Hotel dan Griya Pijat Alexis terpaksa merumahkan sekitar 1.000 pegawainya, yang terdiri dari 600 pekerja tetap dan 400 pekerja lepas.

“Masalah pesangon tidak bisa kami informasikan karena memang kami belum ke arah sana. Kami akan berusaha agar usaha kami bisa tetap berjalan,” ujar Staf Legal dan Juru Bicara Alexis, Muhammad Fajri.

 

Penulis: Yon K

Exit mobile version