Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Pendidikan

Trenggiling, “Jelmaan Setan” yang Laris Diburu

Suara Nusantara by Suara Nusantara
18 September 2017
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
A A
Induk trenggiling menggendong anaknya (Foto: Net)

Induk trenggiling menggendong anaknya (Foto: Net)

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Induk trenggiling menggendong anaknya (Foto: Net)

Jakarta-SuaraNusantara

Trenggiling bisa ditemui di Pulau Nias, Mentawai, Riau, Kalimantan, Jawa, Bali dan Lombok, dan bisa dikatakan tersebar di Indonesia Barat bahkan sejenisnya pun bisa dijumpai di Burma, Malaysia, Singapura dan Filipina. Lantaran terlalu sering diburu, hewan yang jantungnya disebut-sebut mirip jantung manusia ini beresiko mengalami kepunahan.

Hewan berlidah panjang dan berliur lengket ini punya nilai jual tinggi di pasaran gelap internasional. Di dalam negeri, trenggiling dijual ratusan ribu rupiah. Ke luar negeri sudah jutaan rupiah harganya.

BACAJUGA

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

Berkah dan Petualangan, Destinasi Liburan di Bulan Ramadan yang Wajib di Kunjungi

Di beberapa daerah tertentu di Indonesia, seperti di Pulau Sumatera, lidah trenggiling yang dipotong dari pangkalnya dalam kondisi masih hidup dipercaya bisa dijadikan sebagai jimat penglaris usaha. Caranya, setelah lidah dipotong dari pangkal, lalu dijemur di bawah terik matahari sampai liur di lidah tersebut mengering.

Tapi hati-hati, lidah itu jangan sampai rusak, koyak, atau patah saat dipotong atau dijemur. Kalau lidah itu sudah ada cacatnya, dipercaya khasiatnya akan hilang. Lidah yang dipotong dalam kondisi trenggiling sudah mati juga tidak lagi memiliki khasiat. Lidah yang tidak terpotong sempurna dari pangkalnya juga tidak punya khasiat apa-apa.

Selanjutnya, lidah trenggiling yang sudah dijemur itu direndam dalam toples berisi minuman keras supaya awet. Cara pakai tak rumit, cukup toples minuman beralkohol berisi lidah trenggiling dimasukkan ke laci tempat uang di tempat berjualan. Kalau mau lebih ampuh, jimat lidah ini bisa dibawa ke orang pintar untuk dimantrai lebih dulu.

Sementara daging trenggiling hampir selalu disantap sebagai hidangan berkhasiat obat. Masyarakat Jepang dan Cina merupakan konsumen terbesar daging hewan ini, namun masyarakat Afrika juga banyak yang menggemari hidangan berbahan baku trenggiling, biasanya dengan cara dibakar. Daging trenggiling yang dibakar, tekstur dan rasanya menjadi seperti babat sapi.

Sedangkan di Cina dan Jepang, daging trenggiling biasanya diolah dalam bentuk sup. Khasiatnya dipercaya mampu memperkuat fungsi jantung, paru-paru, ginjal dan limpa. Penyakit yang dipercaya mampu diobati dengan trenggiling antara lain, jantung, paru-paru, darah tinggi, diabetes/kencing manis, mencegah stroke dan mempercepat penyembuhan pasca stroke, meredakan nyeri sendiri/otot, ejakulasi dini, mengobati kanker dan haid tidak teratur, serta mengatasi stress dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bukan cuma dagingnya, sisik kulit trenggiling juga diolah sebagai bahan baku kosmetik. Dipercaya, kosmetik berbahan baku sisik trenggiling mampu mencerahkan kulit. Khusus di Cina, sisik trenggiling yang dikeringkan dan dibakar dijadikan obat penyakit gelisah berlebihan (panic disorder), tangisan histeris, bahkan mampu mengobati kelumpuhan.

Dengan segudang manfaat yang sebenarnya belum pernah diteliti kebenarannya secara medis tersebut, satu kilogram sisik trenggiling bisa laku hingga Rp. 3 juta per kilo. Untuk mendapatkan berat satu kilogram, biasanya dikumpulkan dari  tiga atau empat ekor trenggiling. Sedangkan dagingnya bila sudah sampai di pasaran gelap dunia dihargai Rp. 5 juta s/d 6 juta per kilo.

Kamerun, Nigeria dan Ghana merupakan tiga negara Afrika yang menjadi pemasok terbesar sisik trenggiling di pasaran gelap dunia. Sementara para pengepul daging trenggiling di tanah air biasa menerima pasokan dari para pencari trenggiling. Setelah daging terkumpul dan dibekukan, lalu dikirim  dengan menggunakan jalur laut menuju Jepang, Cina, Malaysia, Taiwan serta Singapura.

Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999, misalnya, trenggiling masuk daftar hewan yang dilindungi dan tidak boleh diperjualbelikan. Lalu pelaku perdagangan trenggiling sebenarnya dapat dijerat UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, melalui pasal 21 ayat 2 huruf a, dan pasal 40 ayat 2. Undang-undang itu berisi ancaman hukuman pidana lima tahun dan denda Rp 100 juta.

Dunia internasional juga sudah melarang perdagangan trenggiling. Pertemuan konvensi internasional tentang perdagangan satwa dan tumbuhan liar yang terancam punah (Cites) telah menyetujui pelarangan perdagangan delapan spesies trenggiling. Semua negara yang hadir dalam konvensi yang digelar pada bulan September 2016 itu, termasuk Indonesia, harus patuh pada keputusan untuk tidak memperdagangan trenggiling.

Tak ketinggalan Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mengeluarkan fatwa melarang perburuan dan perdagangan ilegal satwa liar. “Semua kegiatan perburuan yang mengakibatkan kepunahan satwa liar tanpa dasar agama atau ketentuan hukum adalah haram,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh pada bulan Maret 2014.

Meski sekarang laris diburu, pada zaman dulu hewan ini banyak ditakuti masyarakat karena bentuknya yang aneh. Jangankan memakan, menangkapnya saja tidak ada yang berani, setidaknya bagi warga pedalaman Kalimantan Selatan di era dekade 1960 hingga 1980-an.

Pada masa itu di pedalaman Kalimantan Selatan, masyarakat percaya bahwa hadirnya trenggiling di suatu desa bertanda kurang baik. Lambat laun masyarakat menjadi berani untuk memburu trenggiling, namun bukan untuk dimakan tetapi untuk dimusnahkan melalui cara dibakar, agar roh jahat yang ada di dalam tubuh binatang itu ikut musnah dan tidak menganggu manusia.

Tetapi, trenggiling yang sudah tertangkap, diikat, dan dimasukkan ke dalam karung ternyata dikabarkan sering hilang begitu saja, sehingga akhirnya muncul anggapan trenggiling sebagai jelmaan setan.

Dengan anggapan demikian, maka di era tahun-tahun tersebut populasinya cukup terpelihara, sehingga mudah dijumpai di pedalaman hutan. Berbeda dengan saat ini dimana trenggiling berada di ambang kepunahan, baik karena perburuan liar maupun karena rusak dan berkurangnya habitat akibat pembakaran hutan untuk dijadikan kawasan perkebunan.

Tubuh trenggiling lebih besar dari kucing. Berkaki pendek, berekor panjang dan berat. Hal uniknya adalah bersisik di tubuhnya, yang tersusun layaknya genting rumah. Sisik pada bagian punggung dan bagian luar kaki berwarna cokelat terang. Binatang berambut sedikit itu tidak mempunyai gigi.

Untuk memangsa makanannya yang berupa semut dan serangga, trenggiling memakan semut, telur semut, dan rayap. Untuk menggantikan fungsi gigi, dia akan memakan kerikil untuk melumatkan makanan. Trenggiling menggunakan lidah yang terjulur dan berlendir. Panjang juluran lidahnya dapat mencapai setengah panjang badan.

Pada siang hari trenggiling tidur di dalam tanah. Sarang ini biasanya dibuat sendiri atau merupakan bekas sarang binatang lain yang tidak lagi ditinggali.

Guna melindungi diri dari serangan musuh, trenggiling menyebarkan bau busuk. Ia memiliki zat yang dihasilkan kelenjar di dekat anus yang mampu mengeluarkan bau busuk, sehingga musuhnya lari. Musuh trenggiling adalah anjing dan harimau.

Binatang unik itu berkembang biak dengan melahirkan. Hanya ada satu anak yang dilahirkan seekor trenggiling betina setelah masa kehamilan dua sampai tiga bulan saja.

Jika diganggu, trenggiling akan menggulung badannya seperti bola. Ia dapat pula menyabetkan ekornya, sehingga “sisik”nya dapat melukai kulit pengganggunya.

Ada tujuh jenis Trenggiling yang masih hidup yaitu Trenggiling India (Manis crassicaudata) terdapat di India dan Srilangka, Trenggiling Cina (M. pentadactyla) terdapat di Taiwan dan RRC Selatan, Trenggiling Pohon (M. tricuspis), Trenggiling Berekor Panjang (M. tetradactyla), Trenggiling Raksasa (M.gigantea) dan Trenggiling Temmick (M. Temmicki) terdapat di Afrika serta yang terakhir adalah Trenggiling Jawa (M. javanica) terdapat di Semenanjung Malaysia, Birma, Indocina (Vietnam, Laos, Kamboja) dan pulau-pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa.

Penulis: Yono D/dari berbagai sumber

 

 

 

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin (kiri) menyerahkan piagam penghargaan kepada PJ Wali Kota Tangerang Dr. Nurdin atas dedikasinya mendukung program pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan

Dinas Pendidikan Kota Tangerang Hadirkan Gurayud untuk Ciptakan Pembelajaran Menyenangkan bagi Pendidikan Anak Usia Dini

by Suara Nusantara
1 March 2024

Suaranusantara.com - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31...

Isra Miraj 2024 (ist)
Pendidikan

Sejarah Isra Miraj: Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad SAW

by Sari
30 January 2024

SuaraNusantara.com-Peringatan Isra Miraj tidak lama lagi akan diselenggarakan. Berdasarkan...

Pesantren Ramadhan Ajang Tempa Akhlak Siswa

11.340 Pelajar di Pandeglang Banten Putus Sekolah

25 January 2024
Direktur PPIM UIN Jakarta, Didin Syafruddin (ketiga dari kiri) bersama perwakilan Kedubes Balanda dan KLHK memukul gong tanda diluncurkannya proyek REACT. (istimewa)

PPIM Dorong Pengaruh Agama dalam Menangkal Krisis Iklim

23 January 2024
Surat Suara Pilpres 2024

Rektor Unimed Ajak Warga Kampus Jaga Netralitas di Pemilu 2024

18 January 2024
Ilustrasi wisuda (Dok iStock)

Beragam Jenis Beasiswa LPDP Tersedia di Awal Tahun 2024: Reguler, Prioritas, dan Parsial, Begini Perbedannya!

17 January 2024

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

Ilustrasi beras (freepik)
Lifestyle

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

by Feri Spt
5 March 2024

Suaranusantara.com - Harga beras yang semakin melambung tinggi belakangan ini membuat sebagian besar masyarakat merasa khawatir. Namun, jangan...

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

Kisah Tragis Turis Perempuan Diperkosa di India saat Berpetualang dengan Sepeda Motor bareng suaminya

5 March 2024
5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 Sosok Penguasa Tambang Batu Bara yang terkaya di Indonesia,

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In