
Jakarta-SuaraNusantara
Polisi mengakui pihaknya kesulitan dalam mengungkapkan siapa aktor intelektual yang menggunakan jasa Sindikat Saracen Cyber Team lantaran harus menghubungkan satu fakta yang satu dengan fakta yang lain.
“Pihak kepolisian harus melakukan pemeriksaan terhadap bukti yang mereka peroleh kemudian dikonfirmasikan kepada orang-orang yang disebut terlibat,” ujar Analisis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri Kombes pol Sulistyo Pudjo Hartono, dalam diskusi bertajuk ‘Saracen dan Wajah Medsos Kita’ di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8/2017).
Harus mengkonfirmasikan bukti-bukti atau informasi kepada individu yang disebutkan itu bukan pekerjaan mudah karena bisa saja bukti dan informasi itu berubah atau karena individu itu melakukan penyangkalan.
Namun dia menegaskan pihak kepolisian pasti akan memproses kasus itu berdasarkan bukti-bukti yang kuat. “Dalam arti apakah bukti digital dari HP, transaksi-transaksi elektronik sebagai pendukung,” katanya.
Penulis: Yono D