Polri Akui Tak Mudah Ungkap Siapa Saja Pelanggan Saracen

Tiga tersangka kasus penyebaran ujaran bernada kebencian lewat internet digiring polisi di Jakarta, Rabu (23/8/2017). Tiga tersangka masuk dalam satu kelompok bernama Saracen. (Foto: chirpstory)

Jakarta-SuaraNusantara

Polisi mengakui pihaknya kesulitan dalam mengungkapkan siapa aktor intelektual yang menggunakan jasa Sindikat Saracen Cyber Team lantaran harus menghubungkan satu fakta yang satu dengan fakta yang lain.

“Pihak kepolisian harus melakukan pemeriksaan terhadap bukti yang mereka peroleh kemudian dikonfirmasikan kepada orang-orang yang disebut terlibat,” ujar Analisis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri Kombes pol Sulistyo Pudjo Hartono, dalam diskusi bertajuk ‘Saracen dan Wajah Medsos Kita’ di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8/2017).

Harus mengkonfirmasikan bukti-bukti atau informasi kepada individu yang disebutkan itu bukan pekerjaan mudah karena bisa saja bukti dan informasi itu berubah atau karena individu itu melakukan penyangkalan.

Namun  dia menegaskan pihak kepolisian pasti akan memproses kasus itu berdasarkan bukti-bukti yang kuat. “Dalam arti apakah bukti digital dari HP, transaksi-transaksi elektronik sebagai pendukung,” katanya.

Penulis: Yono D

 

Exit mobile version