
Jakarta-SuaraNusantara
Dua orang anggota Pramuka tingkat pembina yang terbakar akibat ledakan dari api unggun saat penutupan peringatan Hari Pramuka ke-56 tahun di Lapangan Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Minggu (13/8/2017) malam kemarin masih menjalani perawatan di Puskesmas Nguling.
Ternyata uap dari bensin yang disiramkan oleh keduanya saat menyalakan api unggun, menjadi sebab api unggun meledak hingga mengenai mereka.
Ketika terkena ledakan, keduanya berlarian meminta pertolongan. Insiden tersebut langsung membuat panik peserta dan panitia acara.
Korban diketahui bernama Purnomo, mengalami luka bakar cukup serius di bagian wajah dan punggung, serta Gufron yang mengalami luka bakar ringan di tangan. Beruntung, panitia bertindak cepat dengan membawa keduanya ke Puskesmas.
Meski diwarnai insiden upacara penutupan Hari Pramuka yang dihadiri anggota Pramuka Penggalang tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah tetap berlanjut hingga tengah malam.
“Hari Ulang Tahun Pramuka harus tetap dirayakan, guna memupuk rasa patriotisme sejak dini. Bagi pecinta gerakan pramuka, tetap harus tetap hati-hati dalam setiap kegiatannya,” ujar Ketua Panitia, Hari Ulang Tahun Pramuka, Sastro Miharjo.
Peringatan Hari Pramuka ke-56 tahun di Lapangan Kecamatan Nguling sendiri sebenarnya berlangsung meriah dengan berbagai lomba seperti lomba berkemah, semapore, morse, tali temali, dan ketangkasan. Usai upacara pembukaan, dilanjutkan dengan pesta kembang api, yang membuat ratusan siswa tampak senang dan gembira.
Mereka yang hadir terdiri merupakan Pramuka Penggalang dari siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah se-kecamatan Nguling, dengan 26 gugus depan dan 6 lembaga, setiap gugus depan terdiri dari 36 siswa.
Penulis: Askur