
Yogyakarta-SuaraNusantara
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa 5, 10, 15 tahun lagi akan muncul nanti yang namanya Generasi Y. Generasi Y ini akan sangat mempengaruhi pasar, landscape politik ekonomi global, nasional, maupun daerah.
“Anak-anak sekarang yang berumur 10 tahun, berumur 15 tahun, berumur 20 tahun, akan masuk ke zaman itu,” kata Jokowi pada pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional (Rakorpimnas) Tahun 2017 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Hotel Sahid Jaya, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (22/7/2017) siang.
Menurut Jokowi, generasi Y itu dalam kurun 10 tahun yang akan datang tidak baca koran dan lihat TV lagi. “Mereka akan klik, pengen baca apa, entah di dot (online) apa, Mereka akan lihat (online), TV enggak mau (lihat), lihat Netflix, mereka pilih video-video yang mereka sukai. Dimanapun berada hanya dengan smartphone, dengan gawai yang dia punya,” tutur Jokowi.
Jokowi berharap peran lebih para guru agar Generasi Y itu tidak dididik oleh media sosial. “Hati-hati, jangan sampai mereka diisi oleh media sosial, yang namanya smartphone yang isinya bisa macam-macam, bisa video, bisa videoblog, bisa Instagram, bisa Twitter, bisa Facebook, dan Telegram, dan yang lain-lainnya. Berada di satu kotak kecil itu saja. Hati-hati,” pesan Jokowi.
Oleh sebab itu, dalam Rakorpimnas PGRI ini Presiden Jokowi mengaku sengaja hadir untuk mengingatkan itu.
“PGRI sangat berperan sekali dalam menyiapkan, mengantisipasi itu. Karena pendidikan adalah jalan panjang dari sebuah bangsa untuk menjawab tantangan-tantangan yang ada dalam membangun martabat bangsa ini,” ujarJokowi seraya menambahkan, melalui pendidikan kita menguatkan identitas dan karakter kebangsaan kita Indonesia.












