
Jakarta-SuaraNusantara
Pada perayaan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pariwisata, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), dan Kantor Staf Presiden (KSP), bekerja sama dengan Femina Group, khususnya situs masak Primarasa.co.id, menggelar Lomba Masak Ikan Nusantara.
Lomba Masak Ikan Nusantara adalah kompetisi masak yang terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia dan bertujuan mencari koki terbaik yang dapat mengolah hasil laut menjadi hidangan lezat dan bergizi.
“Pemenang lomba masak akan mendapatkan kesempatan workshop dan memasak untuk Presiden Joko Widodo pada rangkaian Perayaan 17 Agustus 2017 di Istana Negara,” jelas Kepala Staf Presiden, Teten Masduki, saat menerima perwakilan dari masing-masing instansi terkait lomba tersebut, di kantornya, Jakarta, Senin (3/7/2017) kemarin.
Peserta Lomba Masak Ikan Nusantara cukup mendaftarkan resep ikan dan foto hasil masakannya, kemudian anggota dewan juri Femina Group akan menghubungi peserta untuk mengikuti audisi.
Femina Group diwakili oleh Primarasa juga melakukan roadshow ke Biak, Papua (11 Juli 2017), Batam (16 Juli 2017), Gorontalo (18 Juli 2017), serta beberapa daerah lain di Indonesia yang masih dalam konfirmasi untuk mengaudisi dan bertemu langsung para calon koki masakan ikan Istana 72 Tahun Kemerdekaan Indonesia.
“Keluarga besar perikanan Indoensia menyambut langkah luar biasa menggelar festival dan lomba masak ikan Road to Istana. Ini upaya konkret mendorong masyarakat agar lebih mencintai ikan lokal,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rifky Effendi Hardjanto.
Kementerian Pariwisata pun menyatakan dukungannya terhadap Lomba Masak Ikan Nusantara ini karena roadshow yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia sejalan dengan prioritas mereka untuk menyoroti kuliner dan wisata nusantara. Keterlibatan Primarasa secara strategis juga diharapkan dapat memperkaya keragaman kuliner nusantara.
“Kami terus mempromosikan ikan Indonesia, terutama lewat pendekatan wisata kuliner,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Ibu Esthy Reko Astuti.
Meski mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya di 37-38 kg per kapita per tahun, tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia (70 kg per kapita per tahun) dan Singapura (80 kg per kapita per tahun), bahkan kalah telak dengan Jepang (mendekati 100 kg per kapita per tahun). Padahal 70 persen luas Indonesia adalah air, yang di dalamnya banyak terdapat ikan asli nusantara.
Penulis: Yon K