Investor China Investasi Rp. 58 Triliun untuk Bangun Pesisir Pantai Nias

Menkumham Yasonna H. Laoly dan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, sesaat sebelum membuka Pesta Ya’ahowu 2016 di Lapangan Orurusa, Telukdalam, Nias Selatan, Sabtu (17/9/2016) silam. Saat ini, Pemprov Sumut sedang menggandeng investor China untuk membangun lapangan terbang, hotel, dan fasilitas lainnya yang bertaraf internasional. Jika pembangunan infrastruktur tersebut sudah selesai, diperkirakan ribuan wisatawan asing dapat hadir menyaksikan pesta rakyat kebanggaan masyarakat Nias ini. (Foto: Eksaudin Zebua)

Pematangsiantar-SuaraNusantara

Mulai tahun 2017 ini, investor China berinvestasi sebesar Rp. 58 triliun untuk membangun pesisir pantai Nias yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota, untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan membangun lapangan terbang, hotel, dan fasilitas lainnya yang bertaraf internasional.

“Estimasinya, Nias akan dikunjungi sedikitnya 1.000 wisatawan asing per hari, jika pembangunan infrastrukturnya sudah selesai,” kata Wakil Gubernur Sumut Brigjen (Purn) Nurhajizah Marpaung, saat berkunjung di Kota Pematangsiantar, beberapa waktu lalu.

Menurut Marpaung, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memang menggandeng investor dari China guna membangun kawasan pesisir pantai barat dan timur, sehingga bernilai ekonomis. Hal itu untuk memacu pembangunan di Provinsi Sumatera Utara yang tertinggal dibanding Pulau Jawa.

Kawasan pesisir pantai barat dan timur di antaranya meliputi Kepulauan Nias, Kota Sibolga, Kabupaten Serdang Bedagai, Tanjung Balai, Batubara, dan Labuhan Batu.

“Selama ini belum dikelola secara maksimal, padahal potensi kekayaan lautnya sangat besar,” katanya.

Selain bidang pariwisata, sambung Marpaung, Sumatera Utara juga membutuhkan investor untuk berbagai jenis usaha lain, termasuk investor untuk pengelola pabrik kopi, karena kopi asal Sidikalang dan Lintongnihuta terkenal di Eropa.

Penulis: Yon K

 

 

Exit mobile version