
Nias Selatan-SuaraNusantara
DPRD Kabupaten Nias Selatan menduga ada banyak Guru Bantu Daerah (GBD) yang diangkat pada tahun 2016 lalu yang tidak jelas pengangkatannya alias ‘siluman’.
Hal tersebut diungkapkan Sifaoita Bu’ulolo pada saat rapat paripurna DPRD Nias Selatan terkait Laporan Nota Pengantar dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Nias Selatan Tahun 2016 yang berlangsung di Aula DPRD Nias Selatan, Selasa (2/5/2017).
“Kami menyampaikan bahwa ada banyak GBD di Nias Selatan yang tidak jelas (siluman),” ungkap Sifao’ita Bu’ulolo.
Anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku pengangkatan GBD siluman di Nias Selatan selalu dikaitkan dengan jatah DPRD Nias Selatan. Hal tersebut merupakan isu yang tidak benar dan hanya pencatutan nama semata.
“Soal pengangkatan GBD siluman ini jangan dikait-kaitkan dengan anggota DPRD. Banyak isu di luar bahwa GBD tersebut merupakan jatahnya DPRD Nias Selatan,” tukasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Budieli Laia anggota DPRD Nias Selatan dari Partai PDIP bahwa banyak isu keterkaitan pengangkatan GBD siluman selalu dikaitkan jatah DPRD Nias Selatan.
“Kami sudah sebulan sampaikan surat itu (terkait GBD) kepada Pimpinan (DPRD), tapi sampai saat ini belum ada follow up. Isu itu sekarang sudah bertebaran dimana-mana,” tandas Budieli Laia.
Paripurna yang dihadiri Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Ndruru, terkait keberadaan GBD terutama pada tingkat SMP, SD, TK dan PAUD.
DPRD Nias Selatan meminta agar dilakukan Pansus untuk menelisik keberadaan GBD dugaan siluman yang berkeliaran di Nias Selatan.
Penulis: Wilson Loi