
Jakarta – SuaraNusantara
Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, belum menemukan titik terang meski dua minggu lebih telah berlalu. Polisi belum dapat mengungkap motif maupun pelaku penyerangan tersebut.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah meminta agar kepolisian bergerak cepat dalam mengusut kasus teror tersebut. Pihaknya hingga kini masih percaya pada komitmen Polri.
“Sampai saat ini kami masih percaya dengan kredibilitas dan kapasitas Polri dapat mengungkap ini. Memang kami berharap ada perkembangan signifikan hingga lewat 10 hari ini,” ujar Febri saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (23/4/2017).
Dikatakan, Kapolri, Jenderal Tito Karnavian sempat menjenguk Novel saat masih dirawat di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta Utara, 11 April lalu. Menurut Febri kedatangan orang nomor satu di korps Bhayangkara itu sebagai pesan awal bahwa kasus ini bakal ditangani serius.
“Kami pandang itu pesan awal bahwa kasus ini akan ditangani,” kata Febri.
Febri menegaskan, penyerangan terhadap penyidik KPK tidak boleh dilewatkan begitu saja tanpa penanganan yang serius. Apalagi, Presiden Joko Widodo juga sejak awal mengutuk keras teror ini.
“Jika memang Presiden yang sejak awal sangat keras mengutuk aksi teror ini, dan kemudian memiliki pertimbangan tentang pembentukan Tim Bersama, hal itu mungkin dapat dibicarakan kembali agar support untuk pengungkapan perkara ini bisa maksimal,” tukas Febri.
Penulis: Has












