
Nias Selatan-SuaraNusantara
Foto dua orang ASN (Aparatur Sipil Negara) Kabupaten Nias Selatan yang terlihat seperti sedang berciuman dan berpelukan diunggah akun Khoda Mano pada 17 Februari pukul 21:24. Foto tersebut kini mendadak jadi viral dan menuai banyak komentar di facebook.
Diketahui Foto itu diambil pada 14 Februari 2017 di halaman Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Nias Selatan. Saat itu ada seremonial ungkapan kasih sayang berkaitan dengan momen Hari Valentine. Foto itu pertama kali dibagikan oleh akun Triteria W Saroemaha melalui Facebook.
“Acara kejutan dari kantor lingkungan hidup di hari Valentine day. Pak bupati dan nyonya membagi bunga buat ASN & PNS. Happy valentine day buat pak bupati dan nyonya ya happy valentine day buat abang Amsarno Sarumaha dan kaka Lisrica Hura,” tulis Triteria dalam akunnya.
Belakangan, Triteria menghapus postingannya tersebut, namun foto yang dibagikannya sudah terlanjur tersebar dan dibagikan ulang oleh pengguna facebook lainnya. Komentar pun berseliweran.
Dari beragam komentar netizen mengenai foto tersebut, ada yang menilai hal itu biasa saja, tapi ada juga yang mengkritik karena dianggap tidak sesuai dengan budaya Nias yang kental dengan etika.
Akun Zack Laia menulis, “Sungguh sangat memprihatinkan, Oknum PNS di lingkungan Pemda Nias selatan Merayakan Valentine dengan cara seperti pada gambar di bawah ini. Seharusnya yang perlu diangkat adalah Nilai-nilai luhur Budaya Nisel yang sangat baik, bukan malah budaya Eropa yang memalukan seperti ini. Salam MJS : Mencium Jangan Sembarangan. Acara Valentine ini dilaksanakan di halaman kantor bupati Nisel dan disaksikan oleh Bupati dan Istri, sekda dan beberapa pejabat teras Pemda Nisel”.
Akun Maretsenin Harita mengomentari “Menurut saya masih banyak cara yg lebih bermutu dan bermanfaat dalam perayaan hari kasih sayang”.
Akun Rita Permatasary mengecam aksi ciuman yang diumbar. “Gak ada lagi budaya timur, shame on you,” kecam dia, diamini Rafa Tuyog. “Salah kaprah. Termakan budaya barat,” tulisnya. Facebooker AyuTegar Zuaimah istighfar. “Astagfirellahhaladzim,” tulisnya, diamini Atita Bu’nya Nis. “Tak beretika.”
Netizen bernama Ranesa Palu menyatakan, yang dilakukan para PNS itu tidak patut dilihat dan tak dapat menjadi contoh. “Sungguh contoh yang gak baik buat anak-anak di bawa umur,” tulis dia, diamini Facebooker Susan N. Menurutnya, PNS sebagai pemimpin dalam menjalankan pemerintahan kok perilakunya aneh-aneh seperti ini. “Bukan masalah agama tapi kultur & budaya juga tak ada yang seperti ini. Mohon bapak pimpinan ajarilah kesopanan apa lagi kita seorang pegawai negeri. Malu…. malu… memalukan.” Sementara akun Ragil Ardenta menimpali. “Ini salah satu peluang untuk selingkuh.”
Meski demikian, ada juga yang membela aksi ciuman itu. Netizen menganggap itu wajar dilakukan bagi suami istri. “Hanya kemesraan bersama valentine. Kalau ada yang kurang senang silakan jangan dilihat,” tulis Faogomano Harefa.
Akun Gunawan Lizisokhi Maduwu juga berkomentar, “Jangan nilai sikap negatif bro, tapi nilailah dgn positip. Namanya ajah suami istri kebetulan saat itu acara valentine. Wajar dong dia mencintai istrinya. Mari berpikir positip. Semoga bisa dipahami”.
Akun Sibaya Wiliyam Harefa juga berkomentar menggunakan Peribahasa Nias, “So zi tola bagotalua si tebai, ba so zi tebai bagotalua si tola. Kita tidak mempermasalahkan masalah mereka ciuman (karna mereka suami/istri ) tetapi ciuman di depan publik seperti di atas adalah hal yang tabu buat kita, terlebih ono niha terkenal dengan adat istiadat”.
SuaraNusantara sudah berusaha menanyakan perihal foto ini kepada Bupati dan Sekda, namun sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari keduanya.
Penulis: Eksaudin Zebua/Wilson Loi