Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Uncategorized

Ir. Lakhomizaro Zebua: Membangunan Kota Gunungsitoli Dimulai dari Pembangunan Manusia-nya

Suara Nusantara by Suara Nusantara
1 December 2015
in Uncategorized
Reading Time: 5 mins read
A A
Ir. Lakhomizaro Zebua | Foto: IST

Ir. Lakhomizaro Zebua | Foto: IST

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Ir. Lakhomizaro Zebua | Foto: IST
Ir. Lakhomizaro Zebua | Foto: IST

Calon Walikota Gunungsitoli Ir. Lakhomizaro Zebua menilai tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Gunungsitoli masih sangat rendah yang ditandai dengan persentase jumlah penduduk miskin berdasarkan data BPS Tahun 2013 mencapai 41.100 jiwa atau 30,94 % dari total jumlah penduduk di sana. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding daerah lain di Provinsi Sumatera Utara yang rata-rata sebesar 10,39 %.  Demikian juga aspek pelayanan dasar lainnya seperti pendidikan dan kesehatan, menurutnya  masih belum optimal dan sering dikeluhkan masyarakat.

“Hampir tidak ada perubahan signifikan dalam penataan kota Gunungsitoli, termasuk pembangunan prasarana infrastruktur wilayah dan penataan kantor-kantor SKPD. Padahal potensi sumber daya alam yang tersedia cukup besar dan didukung oleh posisi geo strategis Kota Gunungsitoli sebagai pusat perdagangan dan jasa di Kepulauan Nias. Tapi ternyata semua itu belum mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat. Di sisi lain pengembangan wilayah kota dari aspek ruang juga tidak terkendali, gersang, serta tidak memberikan rasa kenyamanan bagi warganya,” ujar Lakhomizaro Zebua di kepada IndoNias, di kediamannya, beberapa saat lalu.

Menurut mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Nias Selatan yang juga pernah menjabat sebagai Pj. Walikota Gunungsitoli ini, pembangunan di Kota Gunungsitoli harus dimulai dari pembangunan manusianya dulu, yang mengandung pengertian bahwa orientasi pembangunan bukan semata membangun pusat pertumbuhan ekonomi, melainkan orientasinya pada kehidupan masyarakat dengan sasaran mewujudkan kondisi masyarakat yang memiliki kemakmuran, kesejahteraan dengan penuh rasa kedamaian, keamanan, dan keteraturan.

BACAJUGA

Teddy Minahasa Sang Jenderal dengan Harta yang Melimpah

Foto Lawas Ferdy Sambo Beredar, Pantas Putri Kepincut

Untuk itu, dia membuat Kebijakan dan Program Prioritas 2016-2021, jika dalam Pilkada Serentak 9 Desember mendatang berhasil terpilih sebagai Walikota Gunungsitoli.  Adapun beberapa poin penting dari sekian banyak program kerjanya adalah: Pemenuhan tenaga guru melalui formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang dibiayai dari APBD, sehingga keberadaan guru-guru honorer tidak menjadi beban bagi siswa. Lalu program pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi, pelayanan ambulans gratis selama 24 jam tiap hari, peningkatan status puskesmas menjadi rawat inap, jaminan kesehatan bagi masyarakat yang tidak ditanggung Kartu Indonesia Sehat (KIS), pelayanan dokter spesialis secara berkala, serta pemberian pupuk gratis bagi petani sawah.

Dia menjelaskan, Kebijakan dan Program Prioritas tadi sesuai dengan fokus perhatian untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan pertanian, sebab ketiga sektor itu merupakan trisula yang memiliki tingkat kualitas yang beriringan. “Pendidikan merupakan senjata paling ampuh dalam menghapus kemiskinan, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, dan kesejahteraan merupakan faktor utama penunjang kesehatan. Maka dari itu, tiga hal tadi memiliki korelasi yang tidak terpisahkan sehingga harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Sebagai sosok yang sangat memahami masalah pembangunan infrastruktur perkotaan, dia juga bertekad akan menata kualitas infrastruktur dan aksesibilitas ke pusat-pusat pemukiman/pedesaan dan membenahi masalah transportasi supaya lebih nyaman, menyediakan fasilitas pendukung sebagai pusat distribusi, jasa dan perdagangan serta penyediaan prasarana berupa gedung-gedung perkantoran. Di bidang ekonomi dan penanggulangan kemiskinan, peningkatan pola pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang masih tradisional akan dikembangkan menjadi lebih modern. Keberadaan Kota Gunungsitoli diusahakan dapat menjelma sebagai pusat jasa dan perdagangan. Usaha Mikro Kecil dan Menengah pun akan diberdayakan.

Perbaikan tata kelola pemerintahan daerah tak luput dari perhatiannya. Kualitas pelayanan publik, akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparatur akan diperbaiki. Selain itu, salah satu terobosan yang akan segera dilaksanakan adalah Program Kecamatan Membangun Sepanjang Tahun. Program ini nantinya akan dipelopori oleh Dinas PU Kota dan Kecamatan.

Rela pensiun dini

Lakhomizaro Zebua dalam Pilkada 9 Desember mendatang berpasangan dengan Sowa’a Laoli SE. MS.i. Mereka lebih dikenal dengan sebutan Paslon LASO dan memperoleh Nomor Urut 2. Terjunnya Lakhomizaro ke dunia politik bukan tanpa alasan. Pria kelahiran Tumori, 11 November 1962 ini merasa ada mata rantai tujuan pemekaran Daerah Otonom Baru yang terputus. Sebagai salah seorang tokoh pemekaran yang pernah menjabat sebagai Ketua Harian Badan Persiapan Pembentukan (BPP) Kota Gunungsitoli di tahun 2008, dia merasa kesenjangan antara harapan dan kenyataan dalam pengambilan kebijakan pembangunan.  “Maka satu-satunya jalan yang dapat ditempuh untuk memperbaiki keadaan tersebut adalah terjun ke dunia politik praktis agar dapat mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Walikota pada Pilkada Tahun 2015,” ujarnya.

Namun keputusan untuk ikut bertarung dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015 bukan tanpa perngorbanan. Dia harus menerima konsekuensi berupa pensiun dini sebagaimana amanat perundang-undangan, padahal masih ada sisa delapan tahun baginya untuk mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun dia menyatakan ikhlas karena keputusan itu diambil atas dasar tujuan yang mulia yaitu demi kepentingan masyarakat. Seandainya saya berpikir diri sendiri, katanya, maka kehidupan sebagai PNS sampai pensiun secara normal, sangat lebih dari cukup.

Kematangan Lakhomizaro Zebua dalam memimpin memang tak perlu diragukan. Puluhan tahun berdinas sebagai pegawai negeri dengan beragam jabatan yang pernah disandang, termasuk pernah menjadi Plt. Walikota Gunungsitoli pada masa awal pemekaran, membuatnya sarat pengalaman. Dia tidak ingin sia-sia karena keputusan pensiun dini telah mengorbankan kepentingan pribadi dan keluarga, sehingga  bertekad sekuat tenaga akan mencurahkan ide dan gagasan dalam menghadirkan program dan terobosan untuk kepentingan masyarakat. “Saya harus dapat menjadikan Kota Gunungsitoli sebagai kota yang maju, nyaman dan sejahtera,” ujarnya.

Bersama Sowa’a Laoli yang sarat pengalaman sebagai wakil rakyat di DPRD, Lakhomizaro juga membuat beberapa perencanaan awal seandainya berhasil memenangkan Pilkada Gunungsitoli 9 Desember mendatang. “Langkah awal yang akan kita tempuh adalah pembenahan secara internal, salah satunya adalah distribusi PNS dan SDM yang baik dan merata, pengkajian kesejahteraan PNS, pembinaan mental dan rasa memiliki serta penerapan reward and punishment. Kemudian  kita akan konsolidasi, koordinasi dan konsultasi kepada berbagai pihak pemangku kepentingan untuk menyamakan dan menyatukan hati dalam menghadirkan kebijakan-kebijakan pembangunan yang dapat menjawab harapan masyarakat,” ujarnya.

Lahir dari keluarga sederhana

Lakhomizaro Zebua lahir di sebuah keluarga sederhana, sebagai anak ke-9 dari 10 bersaudara dari pasangan Alm. Tandradodo Zebua (Ama Woluaha) dan Alm. Saliba Gea. Kedua orang tuanya merupakan petani. Meski hidup sederhana, bahkan sering kekurangan, namun nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran dan kerja keras selalu ditanamkan oleh orangtua. Tak heran jika masa kecil dan remaja dihabiskan untuk membantu pekerjaan orang tua.

Ayahnya meninggal dunia tahun 1981. Saat itu, Lakhomizaro masih duduk di bangku kelas 3 SMA, sehingga harapannya untuk melanjutkan sekolah terasa pupus karena ketiadaan biaya. Namun Tuhan berkehendak lain. Atas kerja keras ibu tercinta sebagai petani dan dukungan dari sanak keluarga, Lakhomizaro berhasil menyelesaikan SMA, bahkan kuliah di Fakultas Teknik Universitas Darma Agung, Medan. Namun karena uang kiriman keluarga hanya cukup untuk membayar biaya kuliah, maka Lakhomizaro harus bekerja keras agar dapat bertahan hidup di perantauan hingga akhirnya gelar Sajana Teknik Sipil berhasil diraihnya tahun 1989.

Babak baru dalam kehidupannya pun dimulai. Dia sempat bekerja di sebuah perusahaan swasta hingga akhirnya diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil pada Tahun 1993. Sebagai PNS, karirnya dimulai sebagai Staf pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nias dan seiring pergantian tahun, berbagai jabatan struktural pernah dijabat olehnya, antara lain sebagai Kasubsi Perencanaan Kota dinas PU Nias (1995), Kasi jalan dan jembatan Dinas PU Nias (1999).  Kasubdis  Pengembangan Prasarana Jalan Dinas Kimpraswil Nias (2003),  Plt. Kadis Kimpraswil Nias (2004),  Kadis Kimpraswil Nias (2005),  Kadis PU  Nias  (2009), Kadis Tarukim Nias (2010), Pj. Wali kota Gunungsitoli (2010), dan Kadis PU Nias Selatan (2012).

Dalam bidang organisasi, suami dari Sukartini Wau dan ayah lima anak ini berpengalaman sebagai Ketua Pelaksana Badan Persiapan Pemekaran Kota Gunungsitoli (2008),  Ketua PBSI Kab. Nias (2002), dan  Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Gunungsitoli (2015).

Saat dipercaya menjadi Pj. Walikota Gunungsitoli di tahun 2010, Lakhomizaro Zebua sebenarnya bukan Pegawai Kota Gunungsitoli, tetapi semua yang ada di Kabupaten Nias dahulu adalah kawannya, sehingga tak seorangpun yang tidak mendukung dirinya. “Buktinya pada pelantikan saya di Kantor Gubernur Sumatera Utara hampir semua pejabat Kota Gunungsitoli datang menyaksikan pelantikan Pj Walikota Gunungsitoli di Aula Martabe Gubernur Sumatera Utara pada hari Rabu, 27 Oktober 2010,” katanya.

Begitu menjabat Pj. Walikota, dia langsung mengajak seluruh pegawai Kota Gunungsitoli untuk bergandeng tangan membangun Kota Gunungsitoli menuju kota yang maju, nyaman dan berdaya saing. “Segala hal yang belum dilaksanakan oleh pejabat lama mari kita benahi, agar pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan terlaksana sesuai dengan harapan masyarakat. Saya tidak mau mengambil keputusan sendiri, tapi keputusan bersama. Kalau ada hal-hal yang dirasa ragu-ragu, diminta untuk menanyakan pada saya,” ujarnya kala itu.

Sayangnya, sebagai Pj. Walikota yang hanya sementara memimpin, tidak cukup waktu baginya untuk membangun Kota Gunungsitoli secara menyeluruh. Untuk itu, dia bertekad akan meneruskan dan mengembangkan program-program pembangunan yang dulu pernah dijalankannya, demi kemajuan Kota Gunungsitoli, kota yang bertahun-tahun silam pernah dia perjuangkan pemekarannya dan pernah dia pimpin dengan sepenuh hati.

“Filosofi pembangunan Kota Gunungsitoli yang akan kami kembangkan adalah “Membangun Kehidupan Manusia” yang mengandung pengertian orientasi pembangunan bukan semata membangun pusat pertumbuhan ekonomi, melainkan orientasinya pada kehidupan masyarakat dengan sasaran mewujudkan kondisi masyarakat yang memiliki kemakmuran, kesejahteraan dengan penuh rasa kedamaian, keamanan, dan keteraturan,” tegasnya. (Rio)

Biodata Singkat

Nama           

Lakhomizaro Zebua

Tempat Lahir

Tumori, 11 November 1962

Agama         

Kristen Protestan

Istri               

Sukartini Wa’u

Anak

Elvivian N. Zebua (PNS)

Putra H. Zebua (Mahasiswa)

Eliaman Zebua   (Pelajar)

Juan B. Zebua (Pelajar)

Elwendi A. B. Zebua (Pelajar)

Orang tua   

Ayah: Tandradodo Zebua (Alm)

Ibu: Saliba Gea (Alm)

Pendidikan 

SD Negeri Sihare’o

SMP Negeri 3

SMA Negeri Gunungsitoli

Universitas Darma Agung Medan (S1)

Hobby         

Olahraga

Filosofi Hidup

Bekerja, berdoa, dan bermanfaat

Tags: Lakhomizaro ZebuaSosok

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat
Uncategorized

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

by Defa
15 February 2024

SuaraNusantara.com - Sembilan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)...

ilustrasi Stress dalam pekerjaan (Dok. Istock)
Kesehatan

Atasi Stres Kerja dengan Mudah: Strategi Ampuh yang Bisa Dicoba Hari Ini

by Feri Spt
12 February 2024

Suaranusantara.com  - Stres di tempat kerja dapat menjadi masalah...

Ganjar Pranowo kampanye di Kaltim (Dok PDIP)

Kampanye di Kaltim, Ganjar Singgung Krisis Pelanggaran Jelang Pemilu 2024

7 February 2024
Tom Lembong saat live TikTok bersama Cawapres 01 Anies Baswedan, Sabtu 6 Januari 2024.(instagram)

Anies Baswedan dan Tom Lembong Live TikTok, Ungkap Rahasia Awet Muda

7 January 2024
tugu-yogyakarta(freepek)

4 Wisata Tersembunyi di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi

22 December 2023
Dolar

Kurs Rupiah di Bank BCA hingga CIMB Niaga, Yuk Simak Ulasannya Hari ini

4 December 2023

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Usai Unggul Suara Di Quick Count, Gibran Ingin Segera Sowan ke Paslon 1 dan 3

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap menjadi jendela menuju dunia lain. Dari kisah-kisah yang...

Tips Sukses(freepek)

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

6 March 2024
Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In