Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Uncategorized

Dalimend, Sang Pemimpin Visioner

Suara Nusantara by Suara Nusantara
17 November 2016
in Uncategorized
Reading Time: 4 mins read
A A
Dalihuku Mendofa | Foto: Dokumentasi L. Mendrofa

Dalihuku Mendofa | Foto: Dokumentasi L. Mendrofa

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Dalihuku Mendofa | Foto: Dokumentasi L. Mendrofa
Dalihuku Mendofa | Foto: Dokumentasi L. Mendrofa

Siapa pun boleh jadi pemimpin, jadi penguasa.  Namun, apa yang membuat seorang pemimpin dikenang bahkan diagungkan?  Tidak lain: karya, warisan berupa  nilai-nilai hidup serta  karakter yang menjadi sumber inspirasi bagi siapa pun–yang tidak lekang digilas zaman.

Nah, inilah yang membedakan mantan Bupati Nias Dalimend dengan bupati lainnya.   Terpilih menjadi Bupati Nias pada Oktober 1975, Dalimend langsung tancap gas.  Situasi Nias ketika itu masih cukup darurat.  Nias didera berbagai persoalan yang  akut: kemiskinan, infrastruktur yang amat memprihatinkan, sumberdaya manusia yang langka dan berbagai keterbatasan lainnya.

Celakanya, kebutuhan dan kompleksitas persoalan Nias itu sangat tidak sebanding dengan ketersediaan anggaran.    Namun, Dalimend tidak mau takluk.  Di tahap awal, ia merekrut kaum terdidik dari luar untuk menopang pemerintahannya.  Sejumlah tokoh intelektual dari BNKP—di antaranya Drs. Dalihuku Zagoto dan Bambowo Laiya, STh, MA—diajak untuk memperkuat  “kabinet”-nya.

BACAJUGA

Teddy Minahasa Sang Jenderal dengan Harta yang Melimpah

Foto Lawas Ferdy Sambo Beredar, Pantas Putri Kepincut

Sejumlah sarjana lainnya, seperti Drs. N. Gea, Pdt. Filifo Laia, STh, Pdt. Christian Larosa, STh juga direkrut dan menjadi PNS.  Tidak lama kemudian—Maret 1976—Dalimend  berhasil membujuk Hanati Nazara, SH yang berkarir di Kementerian Dalam Negeri untuk menjadi Sekretaris Daerah Nias.

Dalimend  bukan orang yang asal kerja.  Konsep pembangunan yang diusungnya  diformulasi dengan titel “Panca Program Pembangunan Nias”.  Ada  lima  skala prioritas, yakni sektor perhubungan, pendidikan, pertanian, kesehatan dan pariwisata.

Sebagai yang berlatar militer, Dalimend dikenal sebagai orang yang tegas dan berdisiplin tinggi.  Ia memulai dengan dirinya sendiri.   Masuk kantor lebih pagi.  Menghadiri rapat lebih awal dari jadwal yang ditentukan.  Menerapkan dan menghadiri apel pagi.  “Dalimend tak segan meninggalkan istrinya, kalau sudah saatnya harus bergerak ke suatu acara,” tutur Lalaziduhu Mendrofa—mantan ajudan Dalimend.   Ia pun tak sungkan untuk “membina”  pegawai yang tidak disiplin.

Namun, Dalimend bukan seorang yang otoriter.  Tidak harus “sok jagoan”.  Di balik sikap tegasnya,  ia rajin membangun komunikasi dengan anak buahnya.  Caranya, dengan menggelar coffee morning di kantornya.  Ia sebenarnya pembelajar ulung.  Acara coffee morning tersebut dikelolanya untuk menerima masukan dari anak buahnya.  Bertukar pikiran dan membangun strategi bersama.   Ia berusaha melibatkan banyak orang dalam kerja-kerja yang ia lakukan.  Itu salah satu sisi hebatnya:  mengelola energi sekitarnya.

Tidak mudah bagi Dalimend untuk  memoles Nias dalam lima tahun pemerintahannya.  Namun, ia telah menunjukkan jati dirinya: seorang pemimpin yang visioner.  Sadar bahwa sumberdaya  dana amat terbatas, maka Dalimend fokus meletakkan fondasi pembangunan yang efeknya nyata dan prospektif di masa depan.   Dalimend  pun berjibaku membuka keterisoliran, membangun infrastruktur jalan, untuk menghubungkan ibu kota dengan kecamatan lainnya. Baik arah utara, barat, tengah dan selatan.   Selain jalan darat, ia juga menata infrastruktur pelabuhan di beberapa titik—Gunungsitoli, Telukdalam, Tello, Lahewa dan Sirombu–agar bisa dilabuhi oleh kapal yang lebih besar.

Karya yang sangat fenomenl adalah pembangunan Bandara Binaka.  Dalimend bersikukuh untuk membangun sebuah bandar  udara untuk memperlancar dan memperpendek jarak Nias dengan dunia luar.  Apalagi, pada 1974, Nias sudah diproklamirkan oleh Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai salah satu destinasi wisata nasional.

Tidak gampang membangun sebuah bandara dalam situasi anggaran yang cekak.  Lobi pun dilakukannya ke  berbagai  pihak.  Selain itu, ia melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat setempat untuk mendapatkan tanah hibah.   Tidak cukup itu, dalam pengerjaannya, ia mengajak semua pihak untuk bergotong royong.  Hasilnya?  Lapangan Terbang Perintis Binaka berhasil dibangun, bisa didarati oleh pesawat  berbadan kecil, serta diresmikan oleh Menteri Perhubungan Prof. Dr. Eml Salim pada 1977.

Karya lain yang tidak kalah penting adalah peningkatan sumberdaya manusia melalui pembangunan di bidang pendidikan.  Di masa Dalimend, sekolah di berbagai tingkatan dibangun,  termasuk pengembangan IKIP Gunungsitoli.  Guru-guru diproduksi lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan pendidik/pengajar di sekolah.  Di zaman Dalimend, banyak sekali guru yang menikmati “berkat”, karena diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).    Dalimend juga mendorong beberapa sarjana untuk meng-up grade pendidikan formalnya.  Dua di antaranya yang menikmati Drs. Tal Larosa—yang kemudian menjadi Bupati Nias—dan Drs. N. Hondro.

Dalimend  juga menaruh perhatian serius untuk  mengembangkan pariwisata Nias.  Di masanya terbentuk Dinas Pariwisata, yang pertama kali dikomandoi oleh Pdt. Bambowo Laiya, STh, MA.  Selain memperlancar jalur transportasi, ia bersama tim menata lokasi wisata andalan, di antaranya  Pantai Sorake Telukdalam, Desa Bawomataluo Telukdalam, Batu Megalit di Gomo serta  Pulau Asu.  Untuk memberi kenyamanan buat turis mancanegara,  dibangun sebuah Rest House di dekat pelabuhan laut Telukdalam.

Bidang kesehatan juga tidak luput dari perhatian Dalimend.  Selain berusaha membangun beberapa puskesmas, mengembangkan RSU di Gunungsitoli dan di Hilisimaetano Telukdalam, juga berusaha menyediakan lebih banyak tenaga medis dan perawat.

Berbagai kiprah lain Dalimend bisa dibaca dalam catatan Lalaziduhu Mendrofa berjudul “Pembangunan Nias dan Mengenal Sosok Dalimend (Dalihuku Mendrofa) Bupati Nias Periode 1975-1980”.

 

Sekilas Sosok Dalimend

Lahir di Hiliduho Gunungsitoli pada 1 Juli 1930, dengan nama Dalihuku Mendrofa.  Anak pertama dari 12 bersaudara dari pasangan Tuhombowo Mendrofa dan Kamisa Mendrofa.

Adiknya, Dalihada Mendrofa—dipanggil Ama Agus—menuturkan, sejak kecil Dalihuku dijadikan anak angkat oleh  seorang  keluarganya, Dalikhami Mendrofa, yang  bekerja di Bea Cukai.  Kebetulan, Dalikhami tidak punya anak. Dalihuku sempat sekolah di SR Gunungsitoli.  Namun, karena ayah angkatnya pindah tugas ke Aceh, maka ia pun pindah dan sekolah di Aceh.  Di keluarga dan lingkungan yang kental dengan agama Islam ini,  akhirnya  Dalihuku menganut agama Islam dan namanya “berubah” menjadi Dalimend—yang tidak lain singkatan namanya.

Selama sekolah di Aceh, Dalimend terhitung sebagai pelajar yang aktif.  Perkenalannya dengan dunia militer, sudah dimulai ketika ia masih sebagai status pelajar.  Ia aktif  sebagai tentara pelajar.  Sejak 1950, ia  bergabung pada TNI Angkatan Udara, dengan pangkat Sersan Mayor.  Pada 1953 mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran dan pangkatnya menjadi Letnan Muda II.   Berturut-turut mengikuti Sekolah Persamaan Perwira pada 1960; Upgrading Course Perwira Material 1965; Sekolah Dasar Perwira 1968; Standarisasi Perwira pada 1968 dan Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara pada 1972.

Pada 1975,  ia mencapai pangkat Letnan Kolonel.  Pada saat pergantian Bupati Nias pada 1975, namanya mencuat sebagai calon kuat.  Kebetulan, Nias masuk klasifikasi A.  Artinya, daerah yang diprioritaskan dipimpin dari unsur ABRI.   Dalimend menjawab desakan dan kebutuhan warga Nias.  Ia pun tampil sebagai pemimpin dan berhasil menorehkan sejarah.

Sebenarnya, ia masih sangat diharapkan untuk memimpin pada periode berikutnya.  Namun, menurut penuturan Ama Agus alias Dalihada Mendrofa,  istri Dalimen–Yuswir–tidak begitu mendukung pencalonannya kembali.  Dalimend pun digantikan oleh Hanati Nazara SH.

Dalimend kemudian berkiprah di luar Nias.  Di antaranya sebagai Inspektur Operasi Tertib (Opstib) di Provinsi Timor-timur (1981-1983); Inspektur Opstib di Departemen Kehakiman RI (1983-1985) dan Inspektur Opstib pada Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (1985-1988).   Pada Agustus 1985, ia pensiun dari ABRI dengan pangkat Kolonel.

Dalimend menghembuskan nafas terakhir pada 4 Juli 2010.  Meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.  Sebagai pemegang Surat Tanda Jasa Pahlawan atas perjuangan gerilya membela kemerdekaan RI, maka ia pun berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, dengan petak makam W-743.

Terima kasih banyak Pak Dalimend, atas segala jasa dan pengabdian bagi Nias dan bangsa Indonesia.  (Turunan Gulo, Desty Hulu)

Tags: Dalihuku MendrofaDalimendSosok

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat
Uncategorized

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

by Defa
15 February 2024

SuaraNusantara.com - Sembilan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)...

ilustrasi Stress dalam pekerjaan (Dok. Istock)
Kesehatan

Atasi Stres Kerja dengan Mudah: Strategi Ampuh yang Bisa Dicoba Hari Ini

by Feri Spt
12 February 2024

Suaranusantara.com  - Stres di tempat kerja dapat menjadi masalah...

Ganjar Pranowo kampanye di Kaltim (Dok PDIP)

Kampanye di Kaltim, Ganjar Singgung Krisis Pelanggaran Jelang Pemilu 2024

7 February 2024
Tom Lembong saat live TikTok bersama Cawapres 01 Anies Baswedan, Sabtu 6 Januari 2024.(instagram)

Anies Baswedan dan Tom Lembong Live TikTok, Ungkap Rahasia Awet Muda

7 January 2024
tugu-yogyakarta(freepek)

4 Wisata Tersembunyi di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi

22 December 2023
Dolar

Kurs Rupiah di Bank BCA hingga CIMB Niaga, Yuk Simak Ulasannya Hari ini

4 December 2023

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Usai Unggul Suara Di Quick Count, Gibran Ingin Segera Sowan ke Paslon 1 dan 3

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap menjadi jendela menuju dunia lain. Dari kisah-kisah yang...

Tips Sukses(freepek)

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

6 March 2024
Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In