SuaraNusantara.com – Father hunger adalah istilah yang digunakan dalam psikologi untuk merujuk pada kebutuhan emosional seorang anak terhadap figur ayah yang tidak terpenuhi.
Istilah ini diambil dari istilah “mother hunger” yang menggambarkan kebutuhan yang sama terhadap figur ibu.
Psikologi percaya bahwa hubungan anak dengan ayahnya sangat penting dalam pembentukan identitas dan kepercayaan diri anak.
Ketika anak tidak merasa memiliki hubungan yang kuat dan positif dengan ayahnya, itu dapat menyebabkan kekurangan emosional yang dapat berdampak pada perkembangan sosial, kognitif, dan emosional anak.
Kekurangan ini dapat menyebabkan rasa tidak aman, kebingungan tentang peran gender, kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat, dan masalah emosional lainnya.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan father hunger, seperti ketidakhadiran ayah dalam hidup anak, konflik keluarga atau perceraian, kurangnya perhatian dari ayah, atau kekerasan dalam rumah tangga.
Psikoterapi dapat membantu anak atau dewasa yang mengalami father hunger untuk memproses dan mengatasi kekurangan emosional yang mungkin terjadi karena kurangnya keterlibatan ayah.
“Mungkin sosoknya ada, tapi apakah dia hadir secara emosional? Itu mungkin nggak ada. Artinya, hadir dalam father hunger itu longing gitu, ingin punya sosok ayah yang bisa dekat sama dia secara emosional, gitu sih,” ujar psikolog klinis Ohana Space Annisa Mega Radyani, M. Psi., Psikolog ketika dihubungi detikcom, Senin (10/4/2023).
Annisa menuturkan, istilah ‘father hunger’ merupakan istilah slang atau bahasa gaul yang digunakan oleh netizen. Sehingga, tidak ada istilah yang menggambarkan ‘father hunger’ secara psikologis.(timred)













Discussion about this post