SuaraNusantara.com – Konser K-Pop We All Are One ditunda sampai tahun 202. Konser tersebut mestinya diadakan pada 10-1 November 2022 di Stadion Madya, Jakarta
Dikabarkan bahwa penundaan jadwal konser itu ‘lantaran sebagian uang tiket dibawah kabur CEO Promotor Konser K-Pop We Are One, Park Jai Hyun.
Atas kejadian itu, Direktur Park atau CEO Promotor Konser K-Pop We Are One, Park Jai Hyun dilaporkan ke polisi terkait dugaan penipuan yang total kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah.
Park Jai Hyun dilaporkan rekan bisnisnya Derpita Gultom dengan laporan dengan nomor LP/552/XI/2022 ke Polsek Metro Tamansari.
PT Visi Musik Asia selaku pihak vendor yang juga ikut terlibat dalam konser K-Pop We All Are One ini ikut mendukung pelaporan Direktur Park ke polisi. Sebab, mereka juga ikut merasakan kerugian dari pihak PT Coution Live yang dinaungi oleh Park Jai Hyun.
PT Visi Musik Asia ditugaskan untuk mengelola urusan lapangan. Nantinya, vendor akan dibayar dalam bentuk komisi persentase dari total nilai produksi yang telah disetujui Direktur Park.
Namun selama proses, Direktur Park tiba-tiba memberikan perintah untuk menarik sebagian hasil penjualan tiket. Uangnya, digunakan untuk membayar kebutuhan pelaksanaan.
“Direktur Park memberikan perintah untuk menarik sebagian hasil penjualan konser tersebut dari tiketdotcom dan uangnya dipergunakan untuk melakukan pembayaran kebutuhan pelaksanaan event yang seharusnya dilakukan 11-12 November 2022 sesuai arahan Direktur Park,” jelas vendor.
“Ketika terjadi, dalam waktu yang sama, PT. Visi Musik Asia juga menagih pembayaran untuk jasa kerja lapangannya akan tetapi tidak ditangani dengan baik oleh Direktur Park dan tidak dibayarkan,” jelas pihak Vendor.
Dilaporkan karena ada kekhawatiran Direktur Park kabur dan tidak menyelesaikan tanggung jawabnya, sebelum lapor sudah mediasi tapi digantung terus. Dan sampai sekarang tidak dibayar sama sekali dan sudah tidak jawab.
“Hasil penjualan tiket kurang lebih sudah mencapai Rp7 miliar. Dan dana itu sudah hampir setengahnya ditarik Direktur Park,” timpal Rizky Triadi sebagai Direktur PT Visi Musik Indonesia.
Konser K-Pop We All Are One ini rencananya akan diadakan pada 10-12 November 2022 dan menampilkan penyanyi tenar asal Korea Selatan seperti Chen EXO, NMIXX hingga Bambam GOT7.
Namun konser tersebut ditunda dan dibatalkan. Penggemar yang sudah membeli tiket pun merasa kecewa. Tak sedikit yang minta refund.(ifn)













Discussion about this post