Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Uncategorized

Di Kota Pahlawan, Mereka Bermula

Suara Nusantara by Suara Nusantara
24 October 2017
in Uncategorized
Reading Time: 2 mins read
A A
Panbers (Foto: Net)

Panbers (Foto: Net)

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Panbers (Foto: Net)

Jakarta-SuaraNusantara

Panjaitan Bersaudara (Panbers) adalah salah satu legenda musik Indonesia. Meski dari segi produktifitas dan rekor penjualan album masih kalah dibanding band legendaris Koes Plus, namun tidak ada yang menyangkal sumbangsih kelompok musik ini bagi perkembangan musik pop tanah air.

Didirikan pada tahun 1969 di Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur. Panbers terdiri dari empat kakak beradik,  Hans Pandjaitan (lead guitar),  Benny Pandjaitan (vokal dan rhythm guitar), Doan Pandjaitan (bass dan keyboard), serta Asido Pandjaitan (drum).

BACAJUGA

Teddy Minahasa Sang Jenderal dengan Harta yang Melimpah

Foto Lawas Ferdy Sambo Beredar, Pantas Putri Kepincut

Keempat bersaudara ini merupakan anak dari pasangan Drs. J.M.M. Pandjaitan, S.H dan Bosani S.O. Sitompul. Darah seni mengalir dari kedua orangtua. Meski bukan pemusik, namun sang ayah pandai bermain biola, sementara si ibu senang bermain piano.

Hans lahir di Garut, Jawa Barat pada 24 Januari 1946, Porbenget Mimbar Mual Hamonangan Pandjaitan (Benny) dilahirkan 14 September 1948 di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Porbulus Domo Pangidoan Pandjaitan (Doan) lahir pada 15 Juli 1950 di Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dan Asido Rohana Pandjaitan (Asido) dilahirkan di Jakarta, 1 Februari 1951.

Sebenarnya mereka memiliki seorang saudara perempuan bernama Natasya Pandjaitan, namun sang adik bungsu ini wafat di tahun 1973 dalam usia 16 tahun karena sakit demam berdarah.

Masa kecil mereka dilalui berpindah-pindah mengikuti penugasan sang ayah yang bekerja sebagai bankir dan akhirnya menjadi salah satu Direktur Bank Rakyat (BRI). Hingga kemudian mereka sekeluarga pindah ke kota Palembang, Sumatera Selatan. Di kota inilah tempat mereka dibesarkan dan awal kegiatan bermusik Panbers bermula.

Di Palembang inilah lahir band bocah beranggotakan Benny Panjaitan bersama saudaranya yang mereka beri nama Tumba Band. Nama ini diambil dari bahasa Batak yang artinya “irama menari”

Saat itu mereka terinspirasi pada group musik Koes Bersaudara (belakangan menjadi Koes Plus) yang sedang populer di awal dekade 1960-an.

Ayah mereka pun cukup mendukung keinginan anak-anaknya. Ia menganggap daripada anaknya main-main ke luar rumah, lebih baik bermusik sehingga bisa diawasi. Band bocah ini mereka lakoni selama beberapa tahun di sela-sela kesibukan bersekolah.

Setelah lebih kurang 15 tahun di Palembang, tahun 1965 ayah mereka dimutasi ke Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan bermusik yang telah dirintis sejak di Palembang diteruskan di kota ini. Pada tahun 1969, Tumba Band resmi berganti nama menjadi Panbers.

Menurut kisahnya sebutan Panbers dibuat secara spontan saja. Mereka melihat Koes Bersaudara yang berarti Koeswoyo Bersaudara. Mereka menyebut Panbers untuk band ini sebagai singkatan dari Panjaitan bersaudara.

Di Surabaya mereka kerap bermain di berbagai panggung hiburan dan acara-acara pesta dengan bayaran seadanya dan tanpa berpikir popularitas. Mereka pun belum berkarya sama sekali selain hanya sebagai pemain musik yang menyanyikan lagu orang, termasuk lagu Batak seperti “A Sing Sing So” dan “Butet” yang sudah populer waktu itu.

Di awal tahun ’70 Benny sudah berpikir bahwa ia tak bisa jadi apa-apa kalau tidak mencipta lagu. Di situlah ia mulai menciptakan sendiri yang dimulai dengan lagu “Akhir Cinta”.

Berkembangnya karier Panbers diawali dengan kemunculan pertama mereka lewat acara Jambore Bands 1970 di Istora Senayan yang membuat nama Panbers lebih dikenal luas. Di acara ini pula, Koes Plus yang merupakan reinkarnasi dari Koes Bersaudara melejit namanya, setelah membawakan lagu ‘Manis dan Sayang’ serta ‘Derita’.

Meski saat itu, penonton sepertinya lebih tersihir pada penampilan Koes Plus, namun langkah Panbers selanjutnya menjadi lebih mudah. Panbers kerap muncul di TVRI, satu-satu stasiun televisi yang ada di Indonesia pada era itu. Imbasnya, popularitas mereka pun makin menanjak.

Keberhasilan performance mereka di televisi rupanya menarik perhatian Dick Tamimi, manajer perusahaan piringan hitam Dimita. Dick Tamimi yang merupakan bekas pilot lalu merekrut mereka untuk bernaung di bawah perusahaan Dimita masuk ke dunia rekaman.

Mereka diberi kepercayaan untuk mangabadikan lagu-lagu mereka ke dalam bentuk piringan hitam ebonite. Saat itu pula muncullah hit mereka yang abadi, Akhir Cinta yang selalu terpatri di hati penggemar blantika musik Indonesia.

Tahun 1974, PT Remaco menggaet Panbers untuk merekam lagu-lagunya. Di sini, mereka membuat lagu-lagu natal dan beberapa album pop lainnya. Tahun 1977, Panbers hijrah rekaman ke PT. Irama Tara.

Pada tahun 1981 Panbers digaet oleh PT U.R Record dan seterusnya ke beberapa perusahaan label studio rekaman lainnya yang telah menunggu kesempatan untuk bekerja sama dengan mereka.

Seperti juga grup-grup musik era 70-an lainnya, nama Panbers perlahan menyurut setelah memasuki dekade 1980-an. Namun Panbers terus berkarya dan bermusik dengan muncul di berbagai panggung nostalgia.

Penulis: Yon K/dari berbagai sumber

Tags: Sosok

Author

  • Suara Nusantara
    Suara Nusantara

    View all posts

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat
Uncategorized

Kelelahan, 9 Anggota KPPS dan Panwas Pemilu di Lebak Dirawat

by Defa
15 February 2024

SuaraNusantara.com - Sembilan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)...

ilustrasi Stress dalam pekerjaan (Dok. Istock)
Kesehatan

Atasi Stres Kerja dengan Mudah: Strategi Ampuh yang Bisa Dicoba Hari Ini

by Feri Spt
12 February 2024

Suaranusantara.com  - Stres di tempat kerja dapat menjadi masalah...

Ganjar Pranowo kampanye di Kaltim (Dok PDIP)

Kampanye di Kaltim, Ganjar Singgung Krisis Pelanggaran Jelang Pemilu 2024

7 February 2024
Tom Lembong saat live TikTok bersama Cawapres 01 Anies Baswedan, Sabtu 6 Januari 2024.(instagram)

Anies Baswedan dan Tom Lembong Live TikTok, Ungkap Rahasia Awet Muda

7 January 2024
tugu-yogyakarta(freepek)

4 Wisata Tersembunyi di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi

22 December 2023
Dolar

Kurs Rupiah di Bank BCA hingga CIMB Niaga, Yuk Simak Ulasannya Hari ini

4 December 2023

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Lebak, Prabowo – Gibran Menang di Semua Kecamatan

Gerakan Rakyat Banten Dukung DPR Pakai Hak Angket Usut Dugaan Kecurangan Pemilu

Real Count KPU Pileg DPRD Banten 32,44% : Gerindra 12,59%, PDIP 12,12%

Jokowi: Jangan Teriak Curang, Ada Mekanisme ke Bawaslu dan MK

Usai Unggul Suara Di Quick Count, Gibran Ingin Segera Sowan ke Paslon 1 dan 3

PILIHAN EDITOR

Viral Modus Kecurangan Pemilu, PSI Gunakan Suara Tidak Sah Menjadi Suara Sah di Banten!

Hadiri Kampanye Akbar di Bandung, Megawati Ingatkan TNI Polri Netral pada Pemilu 2024

Ribuan Kader PDIP Hadiri Kampanye Akbar Ganjar di Sidoarjo, Begini Kata Said Abduallah

Adanya Dugaan Skenario Hitam Untuk Jegal Prabowo-Gibran, TKN: Elektabilitas 02 Buat Sebagian Orang Frustasi

Debat Capres 2024, Anies Baswedan: Anggaran Pertahanan Rp 700 Triliun Tak Efektif

BERITA TERKINI

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup
Nasional

7 Buku Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Baca Minimal Sekali Seumur Hidup

by Doroti Krisley L
6 March 2024

Suaranusantara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, buku tetap menjadi jendela menuju dunia lain. Dari kisah-kisah yang...

Tips Sukses(freepek)

Menggali Dampak Privilege: Kunci Kesuksesan atau Hanya Mitos?

6 March 2024
Ilustrasi beras (freepik)

Harga Beras Melonjak, Inilah Pilihan Pengganti Nasi yang Terjangkau

5 March 2024
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Suara PSI yang Tiba-Tiba Naik Disorot Media Asing

5 March 2024
Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

Galaxy S24 Ultra vs iPhone 15 Pro Max, Yuk Cek Mana Lebih Unggul

5 March 2024
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

    Digital Solutions by Tjuanmuda

No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

© 2022 SuaraNusantara.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In