Sejarah dan Kewajiban Puasa Ramadhan dalam Agama Islam

Menjalankan Puasa (Dok. Istock)

Suaranusantara.com – Agama Islam mewajibkan umatnya untuk puasa di bulan suci Ramadhan tiap tahunnya. Lantas sejak kapan puasa Ramadan itu diwajibkan bagi umat Islam?

Puasa itu diwajibkan setelah turunnya firman Allah SWT yang termaktub dalam surat Al Baqarah ayat 183. Ayat tersebut lah yang akhirnya mewajibkan umat Islam puasa Ramadan hingga saat ini.

Surat Al Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Bacaan latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

Sebelum munculnya agama Islam, Sudah diwajibkan puasa pada bulan Ramadhan, seperti yang dilakukan oleh Nabi Nuh As. Namun, tidak sama dengan puasa sebulan penuh seperti yang diwajibkan dalam Islam saat ini.

Puasa sebelum turunnya Surat Al Baqarah ayat 183 bervariasi dalam pelaksanaannya. Beberapa melakukan puasa selama 24 jam, dimulai dari terbenamnya matahari hingga terbenamnya lagi keesokan harinya.

Walaupun dilakukan dengan metode yang berbeda, terdapat kesamaan dalam puasa ini di antara para nabi, seperti Nabi Nuh As, Nabi Musa, dan Nabi Muhammad SAW, yang semuanya mengalami peristiwa penting dalam hidup mereka. Nabi Nuh, misalnya, melakukan puasa setelah keluar dari banjir besar yang menghancurkan umatnya.

Sementara itu, Nabi Musa melakukan puasa setelah mengalami ancaman dan teror dari Firaun. Begitu juga dengan umat Islam yang diwajibkan berpuasa Ramadan setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah. Di Mekkah, Nabi Muhammad SAW menghadapi ancaman besar, yang akhirnya mendorong keluarnya perintah hijrah.

Exit mobile version