Suaranusantara.com- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi sorotan publik karena peningkatan perolehan suaranya pada Pemilu 2024, menurut data sementara dari Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang terdapat di situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemilu2024.kpu.go.id.
Pada Kamis (29/2/2024) pukul 10.00 WIB, Sirekap mencatat bahwa PSI berhasil mendapatkan 2.171.907 suara atau 2,86 persen dari total suara nasional. Angka ini berasal dari rekapitulasi di 539.084 tempat pemungutan suara (TPS).
Lalu, dua hari kemudian, pada Sabtu (2/3/2024) pukul 15.00 WIB, perolehan suara PSI meningkat menjadi 3 persen, mencapai 2.402.268 suara atau 3,13 persen dari total suara, berdasarkan rekapitulasi di 541.324 TPS.
Pada Senin (4/3/2024) pukul 09.00 WIB, Sirekap menunjukkan bahwa perolehan suara PSI telah mencapai 2.404.212 suara atau 3,13 persen, yang merupakan hasil rekapitulasi dari 542.031 TPS.
Namun dalam penelusuran terhadap perolehan suara PSI berdasarkan data Sirekap dan formulir model C yang terdapat di situs resmi KPU. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan antara data Sirekap dan formulir model C di beberapa TPS.
Sebagai contoh, di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, terdapat perbedaan suara PSI di TPS 006, di mana suara partai yang seharusnya tidak ada menjadi 30 (hanya suara partai).
Data formulir model C mencatat perolehan suara total PSI sebesar 16 (suara partai+caleg), namun menurut Sirekap, perolehan suara partai tersebut (suara partai+caleg) mencapai 46 suara.
Kemudian di TPS 010 di Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, total suara PSI menurut Sirekap mencapai 49, sementara formulir model C mencatat hanya 6 suara.
Perbedaan ini juga terlihat di TPS 018 di wilayah yang sama, di mana perolehan suara total PSI menurut Sirekap mencapai 54, sedangkan formulir model C hanya mencatat 4 suara, dengan suara partai yang masuk hanya 1.
Ditemukan pula perbedaan perolehan suara PSI menurut pencatatan Sirekap di sejumlah TPS berikut:
Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon:
TPS 001: Suara total PSI di formulir model C 0, suara total di Sirekap 64. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 0, Sirekap mencatat 64
TPS 003: Suara total PSI di formulir model C 10, suara total di Sirekap 68. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 2, Sirekap mencatat 60.
TPS 004: Suara total PSI di formulir model C 2, suara total di Sirekap 44. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 1, Sirekap mencatat 43.
TPS 008: Suara total PSI di formulir model C 0, suara total di Sirekap 58. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 0, Sirekap mencatat 58.
TPS 009: Suara total PSI di formulir model C 1, suara total di Sirekap 45. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 1, Sirekap mencatat 45.
TPS 010: Suara total PSI di formulir model C 4, suara total di Sirekap 49. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 0, Sirekap mencatat 45.
TPS 011: Suara total PSI di formulir model C 0, suara total di Sirekap 50. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 0, Sirekap mencatat 50.
Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon
TPS 006: Suara total PSI di formulir model C 0, suara total di Sirekap 21. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 0, Sirekap mencatat 21.
TPS 010: Suara total PSI di formulir model C 1, suara total di Sirekap 36. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 0, Sirekap mencatat 35.
TPS 012: Suara total PSI di formulir model C 0, suara total di Sirekap 31. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 0, Sirekap mencatat 31.
TPS 015: Suara total PSI di formulir model C 3, suara total di Sirekap 12. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 1, Sirekap mencatat 10.
TPS 017: Suara total PSI di formulir model C 4, suara total di Sirekap 11. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 1, Sirekap mencatat 8.
TPS 018: Suara total PSI di formulir model C 7, suara total di Sirekap 16. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 4, Sirekap mencatat 13.
TPS 020: Suara total PSI di formulir model C 2, suara total di Sirekap 12. Yang mencoblos partai menurut formulir model C 0, Sirekap mencatat 10.
Tanggapan PSI
Dalam menanggapi fenomena peroleha suara PSI ini, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, memberikan tanggapannya.
Grace menyatakan bahwa penambahan dan pengurangan suara selama proses rekapitulasi adalah hal yang biasa terjadi dalam konteks pemilu. Namun, menurutnya, tidaklah wajar jika ada pihak yang mencoba mengarahkan opini publik dengan mempertanyakan fenomena tersebut.
“Penambahan termasuk pengurangan suara selama proses rekapitulasi adalah hal wajar. Yang tidak wajar adalah apabila ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini dengan mempertanyakan hal tersebut,” kata Grace dalam keterangan tertulis, dikutip dari detikcom, Sabtu (2/3/3034).
Grace juga menegaskan bahwa saat ini lebih dari 70 juta suara belum terhitung. Dia meyakini bahwa sebagian besar dari suara tersebut berasal dari basis pendukung Presiden Jokowi yang kemungkinan besar akan bergabung dengan PSI.
“Apalagi hingga saat ini masih lebih dari 70 juta suara belum dihitung dan sebagian besar berada di basis-basis pendukung Jokowi di mana PSI mempunyai potensi dukungan yang kuat,” ujarnya.
